Mendarat di Havana, Obama memulai kunjungan bersejarah dengan menyapa para warga via Twitter, "Que bola Cuba?," tulisnya, menggunakan bahasa lokal yang berarti "Apa kabar semuanya?."
Obama yang tersenyum senang keluar dari pesawat Air Force One bersama istrinya Michelle dan dua putri Sasha dan Malia. Mereka menggunakan payung untuk melindungi diri dari hujan gerimis di sore hari.
Sebelum Obama, presiden AS yang mengunjungi Cuba sebelum pasukan Fidel Castro menggulingkan pemerintahan Fulgencia Batista adalah Presiden Calvin Coolidge di tahun 1928.
"Presiden Coolidge datang dengan kapal perang. Dia butuh tiga hari untuk tiba di sini. Saya hanya tiga jam," ucap Obama sembari bergurau dalam pertemuan dengan staf Kedutaan Besar AS di Havana, seperti dilansir AFP.
"Ini adalah kunjungan bersejarah dan kesempatan bersejarah," sambung dia.
Bagi warga Kuba yang bermimpi dapat keluar dari isolasi dan menghidupkan kembali perekonomian, kunjungan Obama adalah sesuatu yang sangat dinanti.
Menjelang akhir masa jabatannya, Obama bertekad menciptakan kemajuan signifikan dalam mengembalikan hubungan ekonomi dan diplomasi dengan Kuba. Setelah melewati serangkaian negosiasi rahasia, Obama dan Castro mengumumkan pada akhir 2014 bahwa mereka akan mulai menormalisasi hubungan.
Beberapa bulan setelah janji itu, keduanya bertemu dan mencetak momen bersejarah pertemuan pertama antara Presiden AS dan Kuba sejak 1958.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News