PBB: Separuh Populasi Yaman Butuh Makanan Darurat
Dokter memeriksa seorang anak yang mengalami malnutrisi di Yaman, 6 Oktober 2018. (Foto: AFP/MOHAMMED HUWAIS)
New York: Perserikatan Bangsa-Bangsa menyebut sekitar separuh populasi Yaman terancam kelaparan dan sangat membutuhkan bantuan darurat berupa makanan dan minuman. Mereka juga dikhawatirkan akan tergantung dari bantuan tersebut untuk dapat terus bertahan hidup.

"Ada bahaya nyata dari kelaparan besar di Yaman. Ancaman kelaparan ini lebih besar dari apapun yang pernah para relawan saksikan saat bekerja untuk bidang kemanusiaan," ujar Mark Lowcock, petinggi dari Agensi Urusan Kemanusiaan PBB, dalam keterangannya di Dewan Keamanan PBB di New York, Amerika Serikat

Lowcock, seorang ekonom asal Inggris, mengecam pihak bertikai di Yaman yang menghalangi penyaluran bantuan manusiaan ke pelabuhan Hodeidah. Karena tergantung dari impor makanan, Hodeidah merupakan pelabuhan krusial yang dapat menentukan hidup matinya warga Yaman.


Menurut data estimasi terbaru PBB, 14 juta warga Yaman dapat terkena malnutrisi akut, kelaparan atau bahkan kematian akibat berbagai penyakit.

Baca: Yaman Terancam Dilanda Kelaparan Terburuk Sepanjang Sejarah

"Sistem imunitas jutaan warga terus memburuk, dan membuat mereka -- terutama anak-anak dan orang lanjut usia -- rentan terkena malnutrisi, kolera dan penyakit lainnya," sebut Lowcok, seperti dikutip dari kantor berita DW, Rabu 24 Oktober 2018.

Menurut Lowcock, satu-satunya cara mencegah penyebaran kelaparan di Yaman adalah dengan mengimplementasikan gencatan senjata kemanusiaan, mengizinkan masuk bantuan kemanusiaan dan mengakhiri perang.

Dalam 20 tahun terakhir, PBB telah mendeklarasikan dua bencana kelaparan di dunia. Bencana pertama terjadi di Somalia pada 2011 dan kedua di Sudan Selatan tahun lalu.

Yaman dilanda perang sipil sejak tiga tahun lalu sejak pemberontak Houthi menguasai banyak wilayah di negara tersebut, termasuk ibu kota Sanaa. Koalisi militer pimpinan Arab Saudi turut serta dalam perang di Yaman sejak 2015 dan terus menggempur Houthi hingga saat ini.



(WIL)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id