Presiden Venezuela, Nicolas Maduro ditangkap dalam operasi militer AS. (foto: AFP/X)
Presiden Venezuela, Nicolas Maduro ditangkap dalam operasi militer AS. (foto: AFP/X)

Kronologi Presiden Venezuela Nicolas Maduro Ditangkap Militer AS

Adri Prima • 04 Januari 2026 20:15
Jakarta: Amerika Serikat melakukan operasi militer sekaligus menangkap Presiden Venezuela, Nicolas Maduro bersama istrinya Cilia Flores di kediaman mereka di Caracas, Venezuela. 
 
Lewat unggahan di platform Truth Social, Trump menyatakan bahwa pasukan gabungan militer dan penegak hukum AS telah menangkap Presiden Venezuela Nicolas Maduro, lalu menerbangkan keduanya keluar dari negara tersebut. 
 
“AS berhasil melakukan serangan skala besar terhadap Venezuela dan pemimpinnya, Presiden Nicolas Maduro, yang ditangkap bersama istrinya dan diterbangkan keluar dari negara itu,” tulis Trump.
 

Kronologi


Operasi militer AS berlangsung pada Sabtu, 3 Januari 2025 di Caracas. Serangan ini terkait dengan ancaman perdagangan narkoba, hingga migrasi massal ilegal warga Venezuela ke AS dan negara-negara lainnya.
 
Trump menyebut operasi tersebut sebagai puncak dari kampanye panjang AS yang bertujuan menghadapi ancaman narkoba, migrasi ilegal, dan narko-terorisme.

Saat operasi berlangsung, beberapa ledakan dan suara pesawat pada hilir mudik di langit Caracas. Beberapa wilayah ibu kota Venezuela juga mengalami pemadaman listrik.
 
Baca juga:
Ini Penyebab AS Serang Venezuela dan Tangkap Presiden Nicolas Maduro

 
Rekaman lain menunjukkan kobaran api besar dan ledakan di bandara di kota Higuerote. Namun, beberapa jam setelah serangan, situasi di Caracas dilaporkan relatif tenang. 
 
"Kami mendengar banyak pesawat dan helikopter lewat, tetapi saat ini kota tetap tenang, selama dua jam terakhir," kata Mary Mena dari CNN. 
 
"Kami belum mendengar orang-orang misalnya keluar ke jalan, dan saluran pemerintah terus mengulang pesan ini dari kementerian pertahanan yang mengatakan mereka ingin orang-orang tetap tenang dan mereka akan mengerahkan pasukan militer di seluruh negeri," tambahnya.
 

AS kerahkan ratusan pesawat dan helikopter


Ketua Kepala Staf Gabungan AS, Jenderal Dan Caine, kemudian memaparkan detail operasi penangkapan yang berlangsung semalaman. Menurutnya, lebih dari 150 pesawat dikerahkan dari berbagai pangkalan di Belahan Bumi Barat.
 
Operasi tersebut melibatkan helikopter yang membawa pasukan evakuasi dan memasuki wilayah Venezuela pada ketinggian rendah sebelum tiba di kompleks Maduro sekitar pukul 1 pagi waktu setempat. 
 
Pasukan AS sempat mendapat serangan dan berada di darat selama beberapa jam sebelum berhasil menangkap Maduro dan istrinya, lalu meninggalkan Venezuela sekitar pukul 3.29 pagi waktu setempat.
 
Dua sumber yang mengetahui operasi itu mengatakan Maduro dan Flores ditarik keluar dari kamar tidur mereka oleh pasukan AS saat penggerebekan berlangsung. Pasangan tersebut ditangkap di tengah malam ketika sedang tidur.
 
Penggerebekan yang dilakukan oleh Pasukan Delta elite Angkatan Darat AS, dengan dukungan unit FBI, tidak menimbulkan korban jiwa di pihak AS. 
 
Namun, beberapa tentara dilaporkan mengalami luka tembak dan terkena pecahan peluru. Jenderal Caine juga menyebut satu pesawat AS terkena tembakan, tetapi masih bisa terbang dan berhasil keluar dari wilayah Venezuela.
 
Setelah itu, Maduro dan istrinya dipindahkan ke USS Iwo Jima sebelum diterbangkan ke New York, tempat keduanya dijadwalkan menghadapi proses hukum atas tuduhan perdagangan narkoba.
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(PRI)




TERKAIT

BERITA LAINNYA

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan