Caracas: Sebanyak dua petugas polisi dan beberapa 'teroris' tewas dalam sebuah operasi untuk menangkap seorang pilot helikopter. Tersangka dituduh memimpin pemberontakan bersenjata di Venezuela tahun lalu, menurut beberapa pejabat.
Pasukan Venezuela mengepung sebuah rumah di kota El Junquito, dekat ibu kota, Caracas. Mereka menargetkan 'sel' yang terkait dengan pilot Oscar Perez.
Pihak berwenang mengatakan telah menangkap lima orang yang mereka tuduh sebagai bagian dari kelompok kriminal.
Tidak jelas apa yang terjadi dengan Perez. Anggota pemerintah terkemuka Diosdado Cabello mencuit bahwa Perez sudah menembaki polisi.
Perez diburu setelah menerbangkan helikopter curian buat melemparkan granat ke gedung-gedung pemerintah pada 27 Juni.
Dalam rekaman yang diposting di media sosial pada Senin 15 Januari 2018, Perez mengatakan telah menawarkan untuk menyerahkan diri. Namun dia yakin pihak berwenang pada awalnya berupaya membunuhnya daripada menegosiasikan penyerahannya.
"Mereka menembaki kita kami dengan RPG (granat berpeluncur roket)," kata Perez, seperti dinukil BBC, Selasa 16 Januari 2018.
"Ada warga sipil di dalam sini. Kami mengatakan bahwa kami akan menyerahkan diri, tapi mereka tidak mau membiarkan kami menyerahkan diri. Mereka ingin membunuh kami," tambah Perez.
Dia lantas menjelaskan bagaimana orang-orang di bangunan itu bersama dirinya terpaksa 'berjongkok'. Seraya menambahkan: "Sekarang kita sedang bernegosiasi."
Ia mengakhiri videonya, yang ia unggah ke situs berbagi foto Instagram. Diiringi pesan bagi rakyat Venezuela, yang ia minta agar tidak 'kehilangan harapan'.
Perez diburu setelah meluncurkan serangan helikopter ke Mahkamah Agung Venezuela selama demonstrasi jalanan dari oposisi, tahun lalu.
Presiden Nicolas Maduro menyatakan dia seorang teroris. Menuduhnya mencuri helikopter militer dan menjatuhkan granat di pengadilan guna melakukan kudeta.
Media Venezuela menekankan bahwa dia adalah agen yang sangat terlatih, bagian dari Special Action Brigade (BAE), di mana dia menjadi kepala operasi untuk divisi Angkatan Udara.
Pemerintah juga menuduh Perez memiliki hubungan dengan Amerika Serikat, khususnya CIA, yang juga sering dikatakan mencoba menggulingkan pemerintah yang sah.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News