Investigator gabungan FBI dan CIA mempertimbangkan kemungkinan kurangnya kewaspadaan dari informan dan agen intelijen AS dalam beroperasi di China. (Foto: Namning / Shutterstock)
Investigator gabungan FBI dan CIA mempertimbangkan kemungkinan kurangnya kewaspadaan dari informan dan agen intelijen AS dalam beroperasi di China. (Foto: Namning / Shutterstock)

New York Times: China Bunuh atau Penjarakan Puluhan Informan CIA

Willy Haryono • 21 Mei 2017 11:27
medcom.id, New York: China membunuh atau memenjarakan 18 hingga 20 informan Agensi Intelijen Pusat (CIA) antara 2010 dan 2012 dalam upaya menyabotasi operasi mata-mata Amerika Serikat, lapor surat kabar New York Times, Sabtu 20 Mei 2017. 
 
Menurut laporan NY Times, mengutip beberapa pejabat dan mantan pejabat AS, bahwa masih ada perdebatan mengenai apakah ada mata-mata CIA yang berkhianat atau China telah meretas sistem komunikasi CIA. 
 
NY Times menuliskan bahwa China membunuh sedikitnya 12 orang yang telah memberikan informasi ke CIA dari 2012 hingga 2012. Pembunuhan itu merusak jaringan yang telah dibangun CIA selama bertahun-tahun. 

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Tiga pejabat mengatakan kepada NY Times bahwa satu informan ditembak mati di depan sebuah gedung di China, yang dinilai dilakukan sebagai pesan bagi orang-orang yang berani bekerja sama dengan AS. 
 
CIA menolak berkomentar saat dimintai komentar mengenai laporan NY Times ini. 
 
Empat pejabat menceritakan kepada NY Times bahwa aktivitas China ini mulai terlihat pada 2010, saat CIA memperoleh sejumlah informasi berharga dari beberapa informan di dalam birokrasi Beijing. 
 
Informasi itu mulai berkurang pada akhir 2010, dan para informan mulai menghilang di awal 2011. 
 
Saat banyak informan mulai menghilang, FBI dan CIA memulai investigasi gabungan mengenai kemungkinan adanya kebocoran. Semua operasi di Beijing diperiksa, begitu juga dengan seluruh pegawai kedutaan besar di Negeri Tirai Bambu.
 
Beberapa investigator meyakini China telah meretas sistem komunikasi tersembunyi CIA. Sebagian lainnya meyakini kebocoran terjadi karena informan dan agen CIA kurang berhati-hati, seperti menggunakan rute atau tempat yang sama untuk bertemu sehingga mudah disadap.
 
Pada 2013, NY Times menyebut intelijen AS telah menyimpulkan bahwa kemampuan China untuk mengidentifikasi agen Washington sudah bisa dibatasi. CIA kemudian berusaha membangun kembali jaringan mata-matanya di sana.
 
(WIL)



LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif