Dubes RI untuk Ekuador Dieny Tjokropranolo (kiri) menerima penghargaan Mundo Gold Award. (Foto: KBRI Quito)
Dubes RI untuk Ekuador Dieny Tjokropranolo (kiri) menerima penghargaan Mundo Gold Award. (Foto: KBRI Quito)

Dubes RI untuk Ekuador Raih Penghargaan Premios Mundo Gold

Internasional indonesia-ekuador
Marcheilla Ariesta • 14 Desember 2019 10:50
Quito: Duta Besar Indonesia untuk Ekuador, Dieny Tjokropranolo, menerima penghargaan Mundo Gold Award atas jasanya yang dinilai berhasil meningkatkan hubungan kedua negara. Bukan kali pertama, Dieny pernah menerima penghargaan bernama Eloy Alfaro pada 2017.
 
"Penghargaan ini bukan hanya karena kerja keras saya, tapi juga tim KBRI Quito yang luar biasa serta masyarakat Indonesia di Ekuador yang aktif membantu mempromosikan Indonesia," kata dia kepada Medcom.id, Sabtu 14 Desember 2019.
 
Dieny mengatakan meski hanya sekitar 50 orang, namun warga negara Indonesia di Ekuador sangat kompak dan aktif. Untuk saat ini, kedua negara aktif dalam penguatan kerja sama antarmasyarakat, terutama di bidang pariwisata.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Dia menceritakan bagaimana Indonesia awalnya kurang dikenal di mata masyarakat Ekuador. "Mereka tidak tahu Indonesia itu di mana. Mereka tahu Bali, tapi tidak tahu Indonesia. Makanya saya adakan kegiatan untuk memperkenalkan Indonesia, salah satunya Festival Indonesia," kata Dieny.
 
Ada sekitar 50 kegiatan per bulan yang digelar di Ekuador untuk mempromosikan Indonesia, salah satunya melalui sejumlah pameran.
 
Dalam bidang parawisata, Dieny mengaku menjalin kerja sama dengan agen travel Ekuador. Saat ini, bahkan sudah ada paket tur ke Indonesia.
 
Dubes RI untuk Ekuador Raih Penghargaan Premios Mundo Gold
DubesDieny Tjokropranolo. (Foto: KBRI Quito)
 
Sejak 2016 hingga saat ini, angka turis Ekuador yang ke Indonesia naik sekitar 37 persen. Jumlah tersebut adalah turis untuk kalangan menengah ke atas.
 
Salah satu kendala masih rendahnya kunjungan turis adalah mahalnya harga tiket ke Indonesia. Karenanya, para turis yang masuk ke Indonesia dari Ekuador sejauh ini didominasi kalangan menengah ke atas.
 
"Saya sedang bekerja sama dengan salah satu Tour and Travel di sini untuk paket backpacker. Tapi masih belum banyak, misalnya satu paket untuk 10 orang," serunya.
 
Kepada Medcom.id, Dieny juga menceritakan kisah beberapa WNI yang turut membantu mempromosikan Tanah Air, seperti para padre (pastor). "Mereka kan ada yang di pedalaman hutan, wilayah-wilayah terpencil, kita perkenalkan. Kita bantu juga dengan aksi-aksi sosial," terangnya.
 
Dieny mengaku selalu menjelaskan bahwa Indonesia dan Ekuador memiliki banyak kesamaan, salah satunya mengenai produk kain tenun ikat. "Mereka juga punya, bahkan namanya juga ikat. Dan mereka memang belajar dari kita, 600 tahun lalu," ungkap Dieny.
 
Premios Mundo Gold merupakan penghargaan dari Asosiasi Jurnalis Ekuador kepada tokoh-tokoh dari Ekuador dan juga beberapa negara lain. Penghargaan ini diberikan kepada mereka yang aktif mengembangkan hubungan dan kerja sama dengan Ekuador dan juga memperkuat hubungan antara negara-negara di kawasan Amerika Latin.
 
Selain Duta Besar RI, penghargaan juga diberikan kepada 16 tokoh lain dari Ekuador, Argentina, Meksiko, Kolombia, Brazil, Honduras, Guatemala dan beberapa negara Amerika Latin yang lainnya.
 
Salah satu tokoh dari Ekuador yang juga mendapatkan penghargaan adalah Eduardo Lopez, mantan Menteri Energi Ekuador dan CEO perusahaan besar Sertecpect yang memiliki sejumlah cabang di berbagai belahan dunia.
 
Tokoh lain yang mendapatkan penghargaan adalah seorang komentator bola ternama Ekuador, Ketua Olimpiade Disabilitas Ekuador dan sejumlah tokoh lainnya termasuk beberapa pengusaha besar.
 

(WIL)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif