Pemimpin ISIS, Abu Bakr al-Baghdadi tewas dalam serangan AS di Suriah. (Foto: AFP).
Pemimpin ISIS, Abu Bakr al-Baghdadi tewas dalam serangan AS di Suriah. (Foto: AFP).

Pentagon Enggan Konfirmasi Ketakutan Baghdadi Jelang Kematian

Internasional amerika serikat
Marcheilla Ariesta • 31 Oktober 2019 12:40
Washington: Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengatakan bahwa pemimpin Islamic State (ISIS), Abu Bakr al-Baghdadi menangis, merintih, dan menjerit ketakutan jelang kematiannya.
 
"Tentang saat-saat terakhir Baghdadi, saya dapat memberitahu Anda ini, dia merangkak ke dalam lubang dengan dua anak kecil dan meledakkan dirinya ketika orang-orang tetap di tanah," kata Komandan Komando Pusat AS, Jenderal Marinir Kenneth McKenzie, dilansir dari France24, Kamis, 31 Oktober 2019.
 
"Jadi Anda bisa menyimpulkan orang seperti apa dia berdasarkan aktivitas itu. Saya tidak bisa mengkonfirmasi hal lain tentang detik-detik terakhirnya. Saya hanya tidak bisa mengkonfirmasi hal itu," imbuh dia.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Berbicara di Gedung Putih awal pekan ini, Trump mengatakan al-Baghdadi meledakkan rompinya saat melarikan diri dari kejaran pasukan AS via sebuah terowongan di Provinsi Idlib.
 
"Seorang penjahat yang berusaha keras mengintimidasi banyak orang, ternyata menghabiskan momen terakhirnya dalam ketakutan dan rasa panik. Ia ketakutan saat dikejar pasukan Amerika," tutur Trump.
 
Nama Baghdadi mulai dikenal komunitas global pada 2014, setelah dirinya mendeklarasikan kekhilafahan di Irak dan Suriah. ISIS dan para simpatisannya telah melakukan banyak aksi kekerasan di sejumlah negara yang menewaskan ribuan orang.
 
Kematian Baghdadi adalah kemenangan besar bagi Trump yang menghadapi gelombang kritik atas keputusannya menarik pasukan AS dari Suriah. Kematian ini juga dinilai menguntungkan bagi Trump yang tengah menghadapi penyelidikan pemakzulan oleh faksi Partai Demokrat.
 
Meski AS telah mendeklarasikan bahwa kekhilafahan ISIS telah berakhir, namun masih banyak militan dan simpatisannya yang aktif di Timur Tengah dan kawasan lainnya.
 

(FJR)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif