Staf medis bersiaga di sebuah area permukiman di Hong Kong di tengah mewabahnya virus korona nCoV. (Foto: AFP/Anthony Wallace)
Staf medis bersiaga di sebuah area permukiman di Hong Kong di tengah mewabahnya virus korona nCoV. (Foto: AFP/Anthony Wallace)

AS Gelontorkan Dana Bantuan Korona ke Laos

Internasional amerika serikat Virus Korona
Willy Haryono • 11 Februari 2020 08:19
Washington: Amerika Serikat menyalurkan dana bantuan ke Laos dalam upaya membantu menangani penyebaran virus korona tipe Novel Coronavirus (2019-nCoV). Laos menjadi negara pertama yang menjadi sasaran bantuan AS dari total anggaran penanggulangan korona di angka USD100 juta atau setara Rp1,3 triliun.
 
Agensi Pengembangan Internasional AS (USAID) mengaku telah menyalurkan bantuan peralatan medis, termasuk 440 kacamata pelindung dan 1.500 pakaian bedah, ke Laos yang berbatasan dengan Tiongkok.
 
Jumat kemarin, Menteri Luar Negeri AS Mike Pompeo menjanjikan dana bantuan USD100 juta untuk Tiongkok dan negara-negara terdampak korona lainnya. Hingga hari ini, Selasa 11 Februari 2020, total kematian akibat virus korona nCoV telah melonjak drastis melewati 1.000 jiwa.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Jim Richardson, direktur sumber daya bantuan asing Kementerian Luar Negeri AS, mengatakan bahwa Laos adalah negara tujuan pertama, dan penyaluran bantuan akan difokuskan pada upaya penanggulangan penyebaran virus korona.
 
"Akan ada pengumuman lebih lanjut seiring penghitungan kami mengenai berapa banyak bantuan yang dibutuhkan," ucap Richardson kepada awak media, dikutip dari AFP.
 
Ia menambahkan bahwa Laos -- beserta negara pulau lainnya dan juga Myanmar serta Papua Nugini -- merupakan prioritas dalam kebijakan finansial AS.
 
Virus korona nCoV diyakini pertama kali pada akhir tahun lalu di Wuhan, ibu kota dari provinsi Hubei di Tiongkok. Virus ini juga telah bermunculan di puluhan negara, dengan dua kematian di luar Tiongkok, yakni di Filipina dan Hong Kong.
 
Komisi Kesehatan Nasional Tiongkok mencatat total infeksi korona hingga saat ini mencapai 42.600 di seantero Negeri Tirai Bambu.
 

(WIL)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif