Bentrokan terjadi antar demonstran dengan aparat keamanan di Caracas, Venezuela, 1 Mei 2019. (Foto: AFP/FEDERICO PARRA)
Bentrokan terjadi antar demonstran dengan aparat keamanan di Caracas, Venezuela, 1 Mei 2019. (Foto: AFP/FEDERICO PARRA)

Venezuela Tangkap 17 Orang atas Percobaan Kudeta

Internasional konflik venezuela venezuela
Willy Haryono • 12 Juni 2019 11:01
Caracas: Pemerintah Venezuela menangkap dan menuntut 17 orang atas tuduhan percobaan "kudeta." Tokoh oposisi Juan Guaido sempat berusaha mendorong kudeta pada 30 April, namun berakhir gagal.
 
"Terdapat 34 orang yang sedang diinvestigasi, dan 17 diantaranya telah ditahan dan dituntut atas percobaan kudeta," kata Jaksa Agung Venezuela Tarek William Saab, dikutip dari laman AFP, Selasa 11 Juni 2019.
 
Hak imunitas 15 tokoh oposisi telah dicopot atas tuduhan mendukung percobaan kudeta yang digerakkan Guaido. Salah satu yang ditangkap dan dituntut adalah Edgar Zambrano, wakil Guaido di Majelis Nasional Venezuela. Sementara 14 tokoh oposisi lainnya berlindung di kantor perwakilan di luar negeri, melarikan diri ke negara lain atau bersembunyi.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Dikelilingi 30 personel militer, Guaido sempat terlihat di sebuah video yang beredar di media sosial pada 30 April. Dalam video Guaido terlihat menyerukan kepada militer Venezuela untuk bersama-sama mendepak Presiden Nicolas Maduro.
 
Namun dua hari usai seruan itu, percobaan kudeta berakhir. Pemerintah Maduro kemudian melancarkan operasi perburuan kepada semua orang yang diduga terlibat percobaan kudeta.
 
Guaido, yang memperburuk krisis politik di Venezuela sejak mendeklarasikan diri sebagai presiden interim Januari lalu, sejauh ini belum tersentuh operasi Maduro. Sekutu utama Guaido, Amerika Serikat, telah mengingatkan Venezuela mengenai konsekuensi keras jika tokoh oposisi tersebut ditahan.
 
Grup hak asasi manusia Foro Penal mengatakan ada lebih dari 900 "tahanan politik" di Venezuela. Sementara Perserikatan Bangsa-Bangsa mengatakan seperempat dari total 30 juta warga Venezuela saat ini membutuhkan bantuan darurat.
 
Jutaan warga Venezuela telah melarikan diri ke berbagai negara di tengah memburuknya krisis ekonomi. Hiperinflasi di Venezuela juga telah membuat mata uang bolivar hampir tidak ada nilainya.
 
Tidak hanya itu, Venezuela juga dilanda masalah pemadaman listrik sejak beberapa bulan terakhir. Maduro sempat menuduh pemadaman ini merupakan sebuah bentuk "sabotase" dari pihak tertentu.
 
Baca:Menteri Energi Venezuela Dipecat Karena Sering Mati Listrik
 

(WIL)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif