Sekelompok prajurit Venezuela bersiaga di markas besar di Caracas, 27 Januari 2019. (Foto: AFP/LUIS ROBAYO)
Sekelompok prajurit Venezuela bersiaga di markas besar di Caracas, 27 Januari 2019. (Foto: AFP/LUIS ROBAYO)

AS Kecam Keras Penembakan Dua Orang oleh Prajurit Venezuela

Internasional konflik venezuela venezuela
Willy Haryono • 23 Februari 2019 12:49
Washington: Amerika Serikat "mengecam keras" penggunaan kekerasan oleh militer Venezuela yang berujung pada tewasnya dua anggota suku pribumi di wilayah perbatasan. Dua korban diketahui ditembak saat berusaha menghalangi tentara Venezuela yang hendak menutup rute tidak resmi di perbatasan Brasil.
 
Bentrokan terjadi saat militer Venezuela memperketat penjagaan di perbatasan dalam rangka mencegah masuknya bantuan kemanusiaan dari AS. Presiden Nicolas Maduro menolak bantuan tersebut, yang dinilainya sebagai percobaan invasi oleh AS.
 
Namun tokoh oposisi Juan Guaido, yang telah mendeklarasikan diri sebagai presiden interim, menentang Maduro dan bertekad menyalurkan bantuan tersebut.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"AS mengecam keras penggunaan kekerasan oleh militer Venezuela terhadap warga sipil dan relawan yang tidak bersenjata di wilayah perbatasan Venezuela-Brasil," ucap pernyataan dari Gedung Putih di Washington, seperti dilansir laman AFP, Sabtu 23 Februari 2019.
 
"Presiden interim Juan Guaido telah meminta bantuan kemanusiaan dari komunitas internasional demi masyarakat negaranya. Sementara rezim Maduro memerintahkan penutupan perbatasan dan menekan siapapun yang hendak menyalurkan bantuan," lanjut Gedung Putih.
 
"Militer Venezuela harus membiarkan bantuan kemanusiaan masuk secara damai. Dunia sedang memerhatikan," sambungnya.
 
Bantuan kemanusiaan adalah isu krusial dalam ketegangan antara Guaido dengan Maduro. Guaido bertekad menyalurkan bantuan tersebut pada hari ini, Sabtu 23 Februari.
 
Sementara itu Rusia, negara pendukung rezim Maduro, menuding AS dan para sekutunya akan mempersenjatai oposisi di Venezuela. Rusia menilai, pembahasan terkait hal tersebut sedang dilakukan.
 
Namun, Moskow tak membeberkan dari mana informasi tersebut didapat. Selain itu, AS juga dituduh akan mengerahkan pasukan khusus dan kendaraan perang ke Caracas.
 
Di negara Asia, Jepang menyatakan dukungannya untuk pemimpin oposisi Venezuela, Juan Guaido. Keputusan itu dibuat karena mereka menganggap pemerintahan Venezuela di bawah kepemimpinan Presiden Maduro telah gagal.
 
“Kami menyatakan dukungan kami yang sangat jelas untuk presiden sementara Venezuela, Juan Guaido,” kata Menteri Luar Negeri Jepang Taro Kono.
 
“Jepang berharap pemilihan yang bebas dan adil akan diadakan secepatnya di sana,” imbuh dia.
 
Baca:Maduro Tuduh AS Ingin Memperbudak Venezuela

 

(WIL)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif