Kematian Jamal Khashoggi

Washington Post: Pangeran Saudi di Balik Pembunuhan Khashoggi

Willy Haryono 17 November 2018 10:16 WIB
arab sauditurkiJamal Khashoggi
Washington Post: Pangeran Saudi di Balik Pembunuhan Khashoggi
Putra Mahkota Arab Saudi Pangeran Mohammed bin Salman. (Foto: AFP/FAYEZ NURELDINE)
Washington: Surat kabar The Washington Post merilis artikel yang menyebutkan bahwa Agensi Intelijen Pusat Amerika Serikat atau CIA telah menyimpulkan bahwa Putra Mahkota Arab Saudi Pangeran Mohammed bin Salman berada di balik pembunuhan jurnalis Jamal Khashoggi. The Washington Post, tempat Khashoggi pernah bekerja, mengutip ucapan beberapa orang terkait penyelidikan pembunuhan tersebut.

Khashoggi tewas dibunuh di Konsulat Arab Saudi di Istanbul, Turki, pada 2 Oktober. Arab Saudi awalnya membantah Khashoggi tewas di sana, namun akhirnya mengakui usai mendapat tekanan global.

Dalam artikel The Washington Post disebutkan bahwa CIA mengetahui tim beranggotakan 15 orang dari Arab Saudi terbang ke Istanbul dengan menggunakan pesawat kerajaan. Di konsulat, tim kemudian membunuh Khashoggi.


Saat dimintai konfirmasi oleh media AFP, CIA menolak mengomentari laporan dari The Washington Post.

Arab Saudi -- yang membantah temuan CIA -- beberapa kali telah mengubah narasinya sejak kematian Khashoggi. Dalam versi terbaru oleh tim jaksa Saudi pada Kamis kemarin, disebutkan bahwa tim beranggotakan 15 orang itu dibentuk untuk membawa Khashoggi ke Riyadh dengan "cara persuasi" -- namun berujung pembunuhan dan mutilasi.

Baca: Jurnalis Turki Ungkap Kata-Kata Terakhir Khashoggi

The Washington Post menyebut CIA merilis temuannya usai mengejar beberapa sumber intelijen. Salah satu sumber itu adalah panggilan telepon antara adik Pangeran Mohammed -- Duta Besar Arab Saudi untuk AS -- dengan Khashoggi.

Dubes Pangeran Khaled bin Salman disebutkan telah meyakinkan Khasoggi bahwa sang jurnalis akan aman saat datang ke konsulat di Istanbul untuk mengambil sejumlah dokumen.

Namun juru bicara Kedubes Arab Saudi di AS mengatakan bahwa Dubes Khaled tidak pernah mendiskusikan apapun "terkait pergi Turki" dengan Khashoggi. "Dubes Pangeran Khaled bin Salman tidak pernah berdiskusi via telepon (dengan Khashoggi)," tulis pernyataan di akun Twitter Pangeran Khaled.

"Klaim terkait penilaian (CIA) ini tidak benar," lanjutnya.



(WIL)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id