PBB: 669 Anak-Anak di Myanmar Dibunuh dalam 14 Bulan
Seorang anak Rohingya bermain tanah di kamp penampungan Kutupalong, Bangladesh, 9 April 2018. (Foto: AFP/MUNIR UZ ZAMAN)
New York: Perserikatan Bangsa-Bangsa mengatakan sekitar 669 anak-anak dibunuh dan 39 lainnya dilukai di Myanmar sejak 14 bulan terakhir. Sebagian besar dari anak-anak itu adalah etnis minoritas Rohingya.

Laporan terbaru ini dirilis Sekretaris Jenderal dari agensi Anak-Anak dan Konflik Bersenjata PBB, Jumat 16 November 2018. Laporan menyebut anak-anak ini, baik laki-laki maupun perempuan, mengalami aksi kekerasan sejak dimulainya krisis di negara bagian Rakhine pada Agustus tahun lalu.

Temuan ini sejalan dengan laporan beberapa agensi PBB lainnya, yang mengonfirmasi adanya pembunuhan, kekerasan dan pemerkosaan oleh militer Myanmar di Rakhine. Konfirmasi ini sudah ada dalam Laporan Tahunan Sekjen PBB tahun lalu.


Merespons pertanyaan mengenai krisis Rohingya, juru bicara Sekjen PBB Stephane Dujarric mengatakan pihaknya akan terus menyediakan bantuan kemanusiaan sebisa mungkin. Ia menyampaikan terima kasih kepada Bangladesh yang bersedia menerima banyak pengungsi Rohingya dari Rakhine.

"Bangladesh, saya rasa telah sangat baik hati dalam menerima hampir satu juta orang sejak Agustus 2017," tutur Dujarric, seperti dikutip dari kantor berita Daily Star.

Dujarric salut kepada Bangladesh yang juga tidak termasuk kategori negara maju. Namun ia meminta kepada Bangladesh agar tidak memaksa Rohingya untuk pulang ke Myanmar.

"Prinsip kami adalah para pengungsi sebaiknya tidak dipaksa. Mereka sebaiknya kembali jika memang menginginkannya," ucap Dujarric.

Sebelumnya, tim pencari fakta PBB telah merilis sebuah laporan bahwa memang ada genosida di Rakhine yang menyebabkan hampir satu juga Rohingya melarikan diri ke perbatasan Bangladesh.




(WIL)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id