Guaido telah mendeklarasikan diri sebagai presiden interim Venezuela dan memenangkan dukungan dari sejumlah negara, termasuk Amerika Serikat.
"Tidak ada kemungkinan perang sipil di Venezuela. Itu hanya ide buatan Maduro," sebut Guaido dalam sebuah pidato, seperti dikutip dari laman BBC, Selasa 5 Februari 2019.
Dalam kesempatan yang sama, Guaido juga menuduh pemerintahan Maduro berusaha memindahkan dana publik dalam jumlah besar ke Uruguay, namun tidak memaparkan sejumlah bukti.
Minggu kemarin, Maduro mengatakan ada tidaknya perang sipil tergantung dari level "kegilaan" Amerika Serikat dan para sekutunya.
Selama ini, Maduro menuduh AS berusaha mendorong terjadinya kudeta di Venezuela. Maduro menegaskan siapapun tidak boleh mencampuri urusan dalam negeri Venezuela. Ia mengaku siap berjuang sekuat tenaga untuk melindungi negara.
Sebelumnya, Presiden Donald Trump menyatakan bahwa intervensi militer AS dalam krisis Venezuela merupakan "salah satu opsi" yang masih terbuka. Namun Maduro mengingatkan intervensi akan berujung kekacauan, seperti yang terjadi pada era Perang Vietnam.
"Hentikan. Hentikanlah, Donald Trump! Anda hanya akan membuat kesalahan, dan Anda akan meninggalkan kursi kepresidenan dengan noda darah di tangan Anda," sebut Maduro.
"Mari saling menghormati, atau Anda ingin mengulang (perang) Vietnam di Amerika Latin?" tambah dia.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News