Operasi Kartel Sinaloa Tak Terganggu Sidang El Chapo
Joaquin El Chapo Guzman digiring ke sebuah helikopter di Mexico City, Meksiko, 8 Januari 2016. (Foto: AFP/ALFREDO ESTRELLA)
New York: Jauh dari sorotan media yang ramai meliput persidangan bandar narkotika Joaquin "El Chapo" Guzman di New York, sebuah permainan mematikan berlangsung antara kartel Sinaloa dengan rivalnya, Jalisco New Generation, untuk memutuskan masa depan dari industri obat-obatan terlarang di Meksiko.

Meski El Chapo didakwa atas penyelundupan 155 ton kokain ke Amerika Serikat dalam persidangan di New York pada Selasa 13 November, kartel Sinaloa yang didirikannya tetap beroperasi seperti biasa.

Sempat kesulitan dalam menyelesaikan konflik internal usai Guzman diekstradisi ke AS tahun lalu, Sinaloa kini berjuang keras dalam mengalahkan Jalisco. Sejumlah pengamat menilai Sinaloa masih sangat kuat dan dapat mematikan operasi Jalisco.


"Penangkapan dan ekstradisi Guzman adalah hal baik bagi sistem peradilan Meksiko dan AS, tapi itu hanya bersifat simbolis. Kartel Sinaloa masih menjadi yang terkuat di dunia," ujar Mike Vigil, mantan kepala unit operasi internasional Badan Penegakan Hukum Narkoba AS atau DEA, seperti dikutip dari kantor berita AFP, Rabu 14 November 2018.

Sinaloa kini dipimpin orang kepercayaan El Chapo, Ismael "El Mayo" Zambada. Zambada berhasil memenangkan perebutan kekuasaan di internal Sinaloa, setelah sempat bersaing dengan beberapa anak El Chapo.

Baca: Pasukan Meksiko Bunuh Kepala Keamanan 'El Chapo'

Menurut Vigil, Zambada adalah "orang yang sangat pintar dalam bisnis narkoba dan belum pernah masuk penjara sepanjang hidupnya." Berbeda dengan El Chapo, Zambada jarang muncul ke permukaan dan hampir selalu berdiam di markasnya di wilayah pegunungan barat Meksiko.

Sementara anak-anak El Chapo, dinilai Raul Benitez Manaut dari Universitas Otonom Nasional Meksiko (UNAM), adalah "bocah manja yang belum pernah bekerja keras sepanjang hidup mereka dan tidak tahu cara menjalankan bisnis narkoba."

Sementara itu dalam persidangan di Pengadilan Federal Brooklyn di New York, tim pengacara El Chapo mengatakan bahwa Sinaloa pernah menyuap Presiden Meksiko di masa lalu. Pengacara El Chapo, Jeffrey Lichtman, menegaskan bahwa kliennya hanya kambing hitam pemerintah Meksiko, dan menyebut bahwa penjahat sebenarnya adalah Zambada.



(WIL)

metro tv
  • Opsi Opsi
  • kick andy Kick Andy
  • economic challenges Economic Challenges
  • 360 360

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id