Mikhy Farrera Brochez, dituduhkan membocorkan data HIV di Singapura. (Foto: Mediacorp).
Mikhy Farrera Brochez, dituduhkan membocorkan data HIV di Singapura. (Foto: Mediacorp).

Pembocor Data HIV Tuduh Singapura Intervensi Kasusnya

Internasional amerika serikat singapura hiv/aids
Arpan Rahman • 19 Februari 2019 20:10
Kentucky: Warga Amerika Serikat (AS) yang dituduh membocorkan rincian 14.200 orang HIV-positif dari daftar HIV Singapura muncul sejenak di ruang sidang Kentucky pada Senin 18 Februari. Dia yakin Pemerintah Singapura mungkin ikut campur dalam kasus tersebut.
 
Baca juga: Diduga Bocorkan Data HIV, Pria AS Ditangkap di Kentucky.
 
Mikhy Farrera Brochez, 34, tiba tanpa pengacara di Pengadilan Distrik Clark County di Winchester, Kentucky, tempat ia ditangkap pada Desember. Ia didakwa melakukan pelanggaran pidana tingkat tiga karena menolak meninggalkan rumah ibunya.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Hakim Charles Hardin menunda kasus itu sampai 4 Maret atas permintaan petugas yang menangkap, mencatat bahwa Brochez mengaku tidak bersalah dan dakwaan tidak membawa kemungkinan penjara. Hakim mengatakan kepada Brochez bahwa dia tidak tahu apa-apa tentang tuduhan campur tangan Singapura.
 
Di luar ruang sidang sebelum persidangan, Brochez tidak secara langsung menjawab pertanyaan wartawan tentang apakah ia membocorkan informasi dari pendaftaran HIV Singapura. Tetapi dia baru-baru ini mengatakan kepada Vice News bahwa dia berbagi data dengan pemerintah dan sumber-sumber media dan informasinya itu telah terungkap.
 
Brochez mengulangi klaim pada Senin bahwa ia tertular HIV hanya setelah "mereka telah memperkosa saya di penjara". Pihak berwenang Singapura mengatakan tuduhannya "sangat keliru".
 
Ditanya tentang mereka yang berpotensi terluka oleh bocoran, dia berkata: "Saya dijebloskan ke penjara karena sesuatu yang tidak saya lakukan. Dan saya ditahan dan diperkosa oleh pemerintah Anda."
 
"Dan Anda ingin berbicara dengan saya tentang perasaan seseorang? Apakah Anda tahu apa yang sedang saya alami sekarang?" sambungnya, seperti disiarkan dari laman Channel News Asia, Selasa 19 Februari 2019.
 
Brochez berdiri selama persidangan dengan kemeja kotak-kotak di depan hakim. Dia mengatakan bahwa ibunya ingin membatalkan kasus itu, yang menyebabkan kesulitan dengan mengganggu kemampuannya untuk bekerja. Hakim Hardin mengatakan bahwa ibunya tidak memiliki hak untuk menghentikan dan meneruskan kasus itu selama dua pekan.
 
Ibunya, Teresa King, tidak bisa dihubungi. Rumah King dekat Winchester di mana Brochez ditangkap pada Desember sesudah dia menolak pergi, tiga bulan setelah polisi menanggapi panggilan serupa dan dia diperingatkan agar menjauh.
 
Setelah sidang, Brochez menolak untuk menjawab pertanyaan. Dia ditemani oleh deputi sheriff di luar gedung, naik ke SUV Mercedes putih, dan menjauh. Dokumen pengadilan mencantumkan alamat rumahnya di Lexington, Kentucky.
 
Brochez, yang telah bekerja di Singapura sebagai dosen psikologi, dijatuhi hukuman pada 28 hingga 28 bulan penjara atas tuduhan narkoba dan penipuan, termasuk karena menggunakan tes darah palsu untuk berbohong tentang statusnya yang HIV-positif dan mendapatkan izin kerja.
 
Rekannya, dokter Singapura Ler Teck Siang, memiliki akses ke daftar HIV sebagai bagian dari pekerjaannya sebagai mantan kepala Unit Kesehatan Masyarakat Nasional. Pasangan ini mulai hidup bersama di Singapura pada 2008, dan menikah di New York City pada 2014.
 
Kementerian Kesehatan Singapura mengumumkan pada 28 Januari bahwa Brochez, yang dideportasi April lalu, telah membocorkan informasi daring dari pendaftaran HIV Singapura. Itu termasuk nama, nomor telepon, alamat, hasil tes, dan informasi medis.
 
Dia sekarang dicari terkait kebocoran data yang mendaftarkan 5.400 orang Singapura yang didiagnosis dengan HIV dari tahun 1985 hingga Januari 2013 serta 8.800 orang asing, termasuk pemohon dan pemegang izin kerja dan berkunjung, yang didiagnosis dengan HIV dari tahun 1985 hingga Desember 2011.
 
Menteri Kesehatan Gan Kim Yong mengatakan di Parlemen baru-baru ini bahwa polisi Singapura akan ‘tidak berupaya’ untuk membawa Brochez ke pengadilan dan bahwa mereka ‘melibatkan mitra Amerika dan sedang mencari bantuan dalam penyelidikan terhadap Brochez’.
 
Penyelidik mengatakan Brochez juga memalsukan gelarnya termasuk gelar doktor dari Universitas Paris ke sertifikasi pengajaran AS. Pada 2010 ia mengatakan kepada sebuah koran lokal bahwa ibunya adalah seorang profesor psikologi anak dan remaja yang terkenal di Inggris.
 

(FJR)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi