Berada di Jepang dalam tur Asia, Presiden AS Donald Trump menyampaikan belasungkawa kepada keluarga korban.
"Doa kami sampaikan kepada para korban dan keluarganya. Di masa-masa kelam ini, warga Amerika bersatu, bergandengan tangan dan tetap berdiri kuat," ucap Trump, seperti dikutip Guardian.
"Pemerintahan saya menyediakan dukungan penuh kepada negara bagian Texas untuk menyelidiki kejahatan mengerikan ini. Mereka telah menghentikan pelaku dan melakukan upaya penyelamatan jiwa kepada para korban," lanjut dia.
Menurut laporan beberapa media lokal, pelaku diketahui sebagai pemuda kulit putih yang datang ke gereja dengan membawa senapan otomatis. Kepolisian Texas belum dapat menentukan motif pelaku.
Baca: Tidak Ada WNI Jadi Korban Penembakan di Texas
Kementerian Pertahanan AS atau Pentagon mengatakan pelaku sempat berada di Angkatan Udara AS, tanpa menyebutkan nama maupun detail masa kerjanya.
Mantan Presiden AS, Barack Obama, menyerukan adanya "langkah konkret untuk mengurangi aksi kekerasan dan kepemilikan senjata" di tengah masyarakat AS.
Gubernur Greg Abbott menyebut kejadian di Gereja First Baptist sebagai penembakan massal terburuk dalam sejarah Texas.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News