Salah satu sudut kota Santiago yang dibakar dalam demonstrasi menentangn penaikan harga tiket kereta, Jumat 18 Oktober 2019. (Foto: AFP)
Salah satu sudut kota Santiago yang dibakar dalam demonstrasi menentangn penaikan harga tiket kereta, Jumat 18 Oktober 2019. (Foto: AFP)

Demo Tiket Kereta Ricuh, Chile Terapkan Status Darurat

Internasional chile
Willy Haryono • 19 Oktober 2019 12:55
Santiago: Pemerintah Chile menerapkan status darurat di ibu kota Santiago usai aksi unjuk rasa menentang kenaikan harga tiket kereta berujung ricuh.
 
Para demonstran -- banyak dari mereka adalah siswa sekolah menengah atas dan mahasiswa -- merusak sejumlah stasiun kereta api bawah tanah, dan bahkan membakar beberapa bagiannya.
 
Di luar stasiun, para pengunjuk rasa memblokade sejumlah ruas jalan dan juga melakukan pembakaran di beberapa titik.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Tayangan televisi lokal memperlihatkan pedemo melempari mobil polisi dengan batu, dan membakar sedikitnya satu bus. Polisi antihuru-hara menggunakan pentungan dan gas air mata untuk membubarkan massa.
 
Bentrokan terbaru ini memperlihatkan jurang perbedaan kesejahteraan di tengah masyarakat Chile -- negara terkaya di Amerika Latin, namun juga dengan tingkat ketidaksetaraan tertinggi.
 
Berbicara di televisi, Presiden Chile Sebastian Pinera mengatakan bahwa tujuan dari status darurat adalah untuk "memastikan ketertiban umum dan keselamatan publik."
 
Lewat status darurat ini, petugas keamanan diperbolehkan melarang masyarakat untuk berkumpul atau bergerak ke tempat tertentu.
 
"Kami akan menyerukan sebuah dialog (dengan demonstran) untuk meredakan penderitaan mereka semua yang terkena imbas kenaikan (harga tiket)," ucap Pinera, dikutip dari BBC, Sabtu 19 Oktober 2019.
 
Sebelumnya pada bulan ini, Chile menaikkan harga tiket kereta komuter hingga USD1,17 atau setara Rp16.500 untuk perjalanan di jam sibuk. Pemerintah beralasan, penaikan harus dilakukan karena tingginya biaya energi serta melemahnya mata uang peso.
 
"Ada perbedaan antara demonstrasi dan vandalisme. Situasi saat ini bukan aksi protes. Ini sebuah kejahatan," tutur Pinera kepada Radio Agricultural, merespons rusaknya sejumlah stasiun kereta api bawah tanah.
 
Belum diketahui pasti ada berapa orang yang terluka dan ditahan dalam bentrokan dengan petugas. Mengenai pemicu bentrok, otoritas Chile menegaskan tidak akan menarik keputusan menaikkan harga tiket kereta.
 
Jaringan kereta bawah tanah di Santiago disebut-sebut sebagai yang paling modern di Amerika Latin. Total panjang lintasannya mencapai 140 kilometer dengan 136 stasiun.

 

(WIL)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif