Unjuk rasa kembali meletus di Kolombia pada Kamis 21 November 2019. (Foto: Raul Arboleda/AFP)
Unjuk rasa kembali meletus di Kolombia pada Kamis 21 November 2019. (Foto: Raul Arboleda/AFP)

Demo Kembali Terjadi, Bogota Berlakukan Aturan Jam Malam

Internasional kolombia
Willy Haryono • 23 November 2019 15:11
Bogota: Wali Kota Bogota Enrique Penalosa memberlakukan aturan jam malam untuk seantero ibu kota dalam merespons kembali meletusnya unjuk rasa anti-pemerintah.
 
Polisi menembakkan gas air mata di Bogota untuk membubarkan demonstran pada Jumat 22 November. Sepanjang aksi protes, aksi penjarahan dikabarkan terjadi sejumlah titik di Bogota.
 
Satu hari sebelumnya, lebih dari 250 ribu orang berdemo di seantero Kolombia untuk memperlihatkan ketidakpuasan mereka terhadap pemerintahan Presiden Ivan Duque. Tiga orang dikabarkan tewas dalam aksi protes di Kolombia pada Kamis 21 November.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Awalnya Penalosa hanya memberlakukan jam malam di tiga distrik. Namun selang beberapa waktu kemudian, aturan diperluas ke seluruh wilayah ibu kota.
 
"Dari pukul 20.00, jam malam akan berlaku di wilayah Bosa, Ciudad Bolivar dan Kennedy," kata Penalosa, dikutip dari BBC, Sabtu 23 November 2019.
 
"Sementara dari jam 21.00, jam malam berlaku untuk semua wilayah (Bogota). Jam malam berakhir pukul 06.00 pagi," lanjutnya.
 
Beberapa poin yang dikecam pedemo adalah mengenai nilai upah minimum, pensiun dan reformasi pajak serta privatisasi badan usaha milik negara. Kolombia berkukuh sejauh ini tidak berencana melakukan reformasi pensiun atau bidang ketenagakerjaan.
 
Tidak hanya soal reformasi, pengunjuk rasa juga geram atas dugaan maraknya korupsi di pemerintahan Kolombia. Mereka juga kecewa karena pemerintah Bolivia dinilai gagal menghormati perjanjian damai yang disepakati dengan pemberontak Farc pada 2016.
 
Mencoba mengakhiri ketegangan, Presiden Duque menyerukan adanya "dialog nasional" dengan melibatkan semua elemen warga.
 
"Mulai pekan depan, Saya akan meluncurkan dialog nasional untuk memperkuat agenda kebijakan demi menutup kesenjangan sosial," ungkap Duque.
 

(WIL)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif