Menteri Pertahanan AS James Mattis disebut-sebut akan diganti. (Foto: AFP).
Menteri Pertahanan AS James Mattis disebut-sebut akan diganti. (Foto: AFP).

Trump Buka Peluang Mengganti Menhan Mattis

Internasional donald trump pemerintahan as
Arpan Rahman • 15 Oktober 2018 09:19
Washington: Menteri Pertahanan Amerika Serikat James Mattis, secara luas dianggap sebagai pengaruh moderasi atas Presiden Donald Trump. Namun Trump mengisyaratkan untuk mengganti Mattis.
 
Trump mencurigai veteran militer itu adalah seorang pendukung Partai Demokrat. Dalam sebuah wawancara yang ditayangkan pada Minggu 14 Oktober, Trump tampaknya menyiratkan keniscayaan tentang pencopotan jenderal bintang empat tersebut sambil menambahkan bahwa mereka berdua memiliki hubungan baik. Ini bukan kali pertama isyarat itu telah dibahas di Washington, meskipun tidak secara terbuka oleh Trump.
 
Namun ketika ditanya selama program acara CBS 60 Minutes yang direkam pada Kamis, apa dia berpikir Mattis siap mundur, Presiden AS berhati-hati.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Ya, saya tidak tahu. Dia tidak memberitahu saya soal itu. Saya memiliki hubungan yang sangat baik dengannya. Saya makan siang dengannya dua hari yang lalu," kilahnya, seperti disitat dari Telegraph, Senin 15 Oktober 2018.
 
Sejumlah laporan muncul selama beberapa bulan terakhir bahwa Trump tidak senang dengan lambannya pelaksanaan beberapa kebijakan militernya yang ia tanam dengan kuat di bawah kekuasaan Mattis. Kebijakan tersebut termasuk mengenai larangannya terhadap prajurit transgender. Dan pada September, Washington Post melaporkan bahwa daftar penggantinya sedang disusun.
 
Pencopotannya mungkin dipercepat oleh beberapa klaim yang keluar dalam buku karya Bob Woodward bahwa Mattis memberi tahu para koleganya bahwa pemimpin AS memiliki pemahaman seperti "anak kelas lima atau enam". Ini setara murid sekolah berusia sepuluh tahun.
 
Jika Mattis segera terpental, dia akan menjadi pejabat profil tinggi kesekian yang meninggalkan pemerintahan relatif baru. Pekan lalu Nikki Haley, Duta Besar AS untuk PBB, mengumumkan keputusannya mundur pada akhir tahun.
 
Ketika ditanya tentang perubahan reguler staf Gedung Putih, sering digambarkan sebagai pintu putar, presiden menyangkal masalah retensi. "Ini berita hoaks," katanya.
 
"Saya mengubah hal-hal di sekitar ini dan saya berhak. Saya memiliki orang-orang yang sekarang siaga dan akan menjadi fenomenal," tegasnya.
 
"Saya pikir saya memiliki Kabinet yang bagus. Ada beberapa orang yang tidak saya sukai. Saya punya beberapa orang yang tidak saya sukai, dan ada beberapa orang yang saya sangat senang," pungkasnya.
 

(FJR)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi