Mantan presiden Peru Alberto Fujimori. (Foto: AFP/LUKA GONZALES)
Mantan presiden Peru Alberto Fujimori. (Foto: AFP/LUKA GONZALES)

Fujimori akan Diadili atas Pembunuhan Massal 1992

Arpan Rahman • 20 Februari 2018 11:21
Lima: Sebuah pengadilan Peru memerintahkan kejaksaan mengadili mantan presiden Alberto Fujimori atas pembunuhan massal terhadap enam petani di tahun 1992. Pengadilan berargumen Fujimori tidak memiliki kekebalan hukum meski sudah menerima pengampunan untuk kejahatan lain.
 
Pengadilan Kriminal Nasional Peru mengatakan, amnesti yang diberikan kepada Fujimori atas kasus pelanggaran hak asasi manusia tidak berlaku dalam pembantaian 1992. 
 
Seperti dikutip AFP, Senin 19 Februari 2018, tim jaksa Peru diminta mencoba menjerat Fujimori dan 23 orang lainnya atas pembunuhan massal 16 tahun lalu. 

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Fujimori, 79, telah diampuni Presiden Peru saat ini, Pedro Pablo Kuczynski, pada 24 Desember atas dasar kemanusiaan karena sudah tua dan sakit-sakitan. 
 
Mantan presiden itu telah menjalani hukuman atas sejumlah kejahatan, termasuk memerintahkan pasukan khusus untuk membunuh gerilyawan sayap kiri dan para pendukungnya yang diperangi Peru ketika itu. 
 
Amnesti terhadap Fujimori memicu unjuk rasa di Peru dan juga dikecam sejumlah grup HAM. Langkah amnesti juga dipandang sejumlah pihak sebagai balas budi kepada anak Fujimori yang berhasil mencegah Kuczynski dimakzulkan atas tuduhan korupsi.
 
"Pengampunan presiden yang diberikan kepada Alberto Fujimori meremehkan proses peradilan di Peru," kata pelapor khusus PBB Agnes Callamard dan Pablo de Greiff dalam sebuah pernyataan pada Desember.
 
"Kami terkejut dengan keputusan ini, tamparan bagi korban dan saksi yang berkomitmen tak kenal lelah membawanya ke pengadilan," sambung mereka.
 
Miguel Perez, pengacara Fujimori, mengaku belum dapat memastikan apakah isu mengenai kekebalan hukum kliennya akan muncul kembali nantinya. 
 
Perez mengatakan kepada awak media bahwa ia sudah mencoba membuat Fujimori hanya sebagai saksi dalam kasus pembantaian 1992, namun berakhir gagal. "Jadi dalam persidangan ini, dia akan menjadi salah satu tertuduh," ujar dia.
 
Tim jaksa Peru berencana menuntut Fujimori dengan hukuman 25 tahun penjara atas pembunuhan 1992.
 
(WIL)




LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif