Sandra Torres adalah seorang mantan Ibu Negara Guatemala. (Foto: AFP/JOHAN ORDONEZ)
Sandra Torres adalah seorang mantan Ibu Negara Guatemala. (Foto: AFP/JOHAN ORDONEZ)

Torres Bertekad Jadi Presiden Wanita Pertama Guatemala

Internasional politik guatemala
Arpan Rahman • 17 Juni 2019 13:48
Guatemala City: Pemilihan umum presiden di Guatemala resmi diakhiri pada Minggu 16 Juni, sekitar pukul 18.00 waktu setempat. Mahkamah Agung Elektoral Guatemala (TSE) mengklaim pilpres kali ini berjalan aman dan lancar.
 
Sandra Torres, mantan ibu negara yang diunggulkan dalam sejumlah survei, mengaku optimistis.
 
"Tim kami telah bekerja ekstra keras. Saya yakin akan menjadi presiden wanita pertama (di Guatemala)," tegas Torres, dikutip dari laman AFP, Senin 17 Juni 2019. Torres adalah kandidat dari partai Serikat Harapan Nasional (Union Nacional de la Esperanza).

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Rival terdekat Torres, Alejandro Gianmattei, mengecam adanya hal-hal "tak wajar" dalam proses pemungutan suara. Dia merujuk pada sejumlah kandidat yang tidak bisa atau dilarang ikut dalam pilpres.
 
Pemungutan suara di Guatemala berlangsung sejak pukul 07.00, yang diikuti 19 kandidat. Karena jumlahnya belasan dan pemenang membutuhkan suara mayoritas, hampir dipastikan pilpres di Guatemala berlanjut ke putaran kedua.
 
Baca:Diikuti 19 Capres, Pilpres Guatemala Dimulai
 
Presiden Guatemala Jimmy Morales sempat menyerukan kepada semua warga untuk ikut serta dalam pilpres.
 
Julio Solorzano, presiden TSE, menyebutkan adanya beberapa insiden dalam pemungutan suara. Salah satu insiden terjadi di San Jorge, dimana pilpres sempat dihentikan sementara karena adanya ancaman pembunuhan terhadap sejumlah staf elektoral.
 
Delapan juta warga Guatemala memiliki hak pilih dalam pilpres ini, dan sekitar 40 ribu aparat keamanan telah dikerahkan untuk menjaga situasi tetap kondusif.
 
Ini merupakan pilpres pertama yang memungkinkan warga Guatemala menggunakan hak pilihnya dari luar negeri. Sedikitnya terdapat 60 ribu warga Guatemala di Los Angeles, New York, Maryland dan Washington DC.
 
Pengangguran, kekerasan, korupsi, meroketnya harga kebutuhan pokok dan kerusakan infrastruktur jalan menjadi beberapa isu utama di masa kampanye pilpres Guatemala. Keimigrasian bukan menjadi isu utama, meski satu persen dari total 16 juta warga Guatemala telah meninggalkan negaranya tahun ini.
 
(WIL)



FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif