Presiden AS Donald Trump. (Foto: AFP)
Presiden AS Donald Trump. (Foto: AFP)

Perusahaan Ukraina Terkait Pemakzulan Trump Diretas

Internasional donald trump Pemakzulan Trump
Arpan Rahman • 14 Januari 2020 12:31
Kiev: Sejumlah peretas asal Rusia meretas sebuah perusahaan energi Ukraina terkait isu pemakzulan Presiden Amerika Serikat Donald Trump. Dugaan peretasan ini disampaikan Area 1 Security, sebuah perusahaan keamanan siber asal California, Senin 13 Januari.
 
Dalam laporannya, Area 1 menyebut agensi mata-mata Rusia, GRU, meluncurkan serangan "phishing" pada November lalu untuk mengakses kredensial surat elektronik milik para karyawan perusahaan energi Burisma Holdings.
 
"Kredensial palsu memungkinkan GRU menyamar sebagai pengguna email tertentu, sehingga mereka dapat mengakses data yang ada di dalam akun email tersebut," tulis laporan Area 1, dilansir oleh Newsweek dan AFP, Selasa 14 Januari 2020.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Pemilihan waktu peretasan oleh GRU terkait pemilihan umum AS 2020 ini dapat dijadikan sebagai peringatan dini, berkaca dari keberhasilan serangan siber dalam pemilu 2016," ucap dua pendiri Area 1, Oren J. Falkowitz dan Blake Darche.
 
Area 1 tidak menyebutkan secara spesifik informasi apa yang didapat GRU. Burisma Holdings merupakan perusahaan Ukraina yang dikait-kaitkan dengan Hunter Biden, anak dari tokoh Partai Demokrat Joe Biden.
 
Proses pemakzulan terhadap Trump berkaitan dengan Burisma. Trump dimakzulkan di level Dewan Perwakilan Rakyat AS pada Desember kemarin atas tudingan mendesak Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskiy untuk menyelidiki Hunter.
 
Trump masih berkuasa hingga saat ini karena pemakzulan di AS harus disepakati di level DPR dan juga Senat. Persidangan pemakzulan Trump di level Senat disebut-sebut akan berlangsung pekan ini.
 
"Rusia sepertinya berulah lagi," tulis Adam Schiff di Twitter. Schiff adalah ketua Komite Intelijen DPR AS yang memimpin investigasi pemakzulan Trump.
 
"Menurut laporan terbaru, mereka meretas informasi yang dapat dijadikan awal untuk menginterensi pemilu 2020. Dan sekali lagi, sepertinya tujuan mereka adalah membantu Trump," lanjut Schiff.
 

(WIL)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif