Presiden AS Barack Obama (kanan) berdiskusi dengan Presiden Kuba Raul Castro untuk kali pertama sejak 1956 di Panama City, Panama, Sabtu (11/4/2015) -- AFP / MANDEL NGAN
Presiden AS Barack Obama (kanan) berdiskusi dengan Presiden Kuba Raul Castro untuk kali pertama sejak 1956 di Panama City, Panama, Sabtu (11/4/2015) -- AFP / MANDEL NGAN

Obama Berterima Kasih kepada Castro

Willy Haryono • 12 April 2015 09:58
medcom.id, Panama City: Presiden Amerika Serikat Barack Obama dan Presiden Kuba Raul Castro berdiskusi langsung untuk kali pertama sejak 1956 di Panama, Sabtu (11/4/2015). Keduanya bertekad mengubur ketegangan di era Perang Dingin. 
 
Duduk berdua di sebuah ruangan berkarpet biru, Obama berterima kasih kepada Castro atas "semangat keterbukaan" selama berinteraksi dengan dirinya. Sementara Castro menegaskan negosiasi AS dengan Kuba membutuhkan kesabaran. 
 
Pertemuan Obama dan Castro yang berlangsung selama lebih dari satu jam itu merupakan klimaks dari pengumuman keduanya pada 17 Desember tahun lalu. Ketika itu, Obama dan Castro sepakat menormalisasi hubungan kedua negara yang hancur sejak 1961. 

"Sudah jelas ini merupakan pertemuan bersejarah," ucap Obama, yang berbicara terlebih dahulu dalam pertemuan dengan Castro. 
 
"Setelah kebijakan AS (terhadap Kuba) gagal dalam 50 tahun terakhir, sekarang saatnya melangkah menuju masa depan," sambung dia, seperti diwartakan AFP
 
Obama menegaskan, tugas awal yang akan didahulukan adalah membuka kedutaan besar AS dan Kuba. Castro setuju, dan keduanya pun bersalaman. 
 
"Kami sepakat mendiskusikan apapun, tapi kita semua harus sabar, benar-benar sabar," ungkap Castro. 
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(WIL)




TERKAIT

BERITA LAINNYA

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan