Trump Klaim Mampu Jalankan Penyelidikaan Intervensi Rusia
Presiden AS Donald Trump dalam sebuah acara di Gedung Putih, Washington, 20 Agustus 2018. (Foto: AFP/MANDEL NGAN)
Washington: Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengklaim mampu "menjalankan" sendiri penyelidikan dugaan campur tangan Rusia dalam pemilihan umum AS 2016 yang saat ini dijalankan Pengacara Khusus Robert Mueller.

Padalah, penyelidikan ini mulai mengarah kepada kemungkinan adanya kolusi antara Rusia dengan tim kampanye Trump.

"Saya bisa saja menjalankannya jika saya mau," kata Trump, seperti disitir dari Independent, Selasa 21 Agustus 2018. Ia mengaku bisa "sepenuhnya" mengintervensi penyelidikan, tetapi memilih tetap berada di luar.


Jaksa Agung Jeff Sessions mengundurkan diri dari penyelidikan dugaan intervensi Rusia awal tahun lalu. Wakil Jaksa Agung Rod Rosenstein kemudian menunjuk Mueller setelah Trump memecat kepala FBI, James Comey, yang memimpin penyelidikan kala itu. 

Trump sejauh ini menuduh Mueller dan timnya sebagai "aib nasional" yang hanya berusaha mempengaruhi pemilu sela pada November mendatang.

"Di mana ada kolusi?" tulis Trump di Twitter. 

"Mereka mengada-ada soal kolusi. Dan ketika tidak ada kolusi, mereka mengatakan telah terjadi obstruksi," lanjut dia.

Sementara itu dalam pertemuan dengan Presiden Rusia Vladimir Putin beberapa waktu lalu, Trump tidak menyinggung mengenai kasus dugaan intervensi Moskow.

Komunitas intelijen AS menilai sikap Trump di Helsinki sebagai bentuk pengkhianatan terhadap negara.

 



(WIL)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id