Menlu Retno L.P Marsudi di forum debat Dewan Keamanan PBB (DK PBB) - Medcom.id
Menlu Retno L.P Marsudi di forum debat Dewan Keamanan PBB (DK PBB) - Medcom.id

Wakili ASEAN, Menlu Bahas Reformasi di DK PBB

Fachri Audhia Hafiez • 29 Maret 2018 06:28
New York: Menteri Luar Negeri RI Retno L.P Marsudi mewakili Asosiasi Negara Asia Tenggara (ASEAN) untuk berbicara dalam forum debat Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (DK PBB) mengenai misi pasukan perdamaian.
 
Berbicara pada Rabu 28 Maret 2018 waktu New York, Amerika Serikat (AS) Menlu Retno membahas mengenai reformasi dalam tubuh DK PBB. ASEAN mengakui upaya dari misi perdamaian PBB untuk bekerja lebih efektif dan efisien. Prioritas harus diberikan kepada mereka yang bertugas di lapangan serta warga setempat.
 
"Pertama, reformasi harus ditujukan untuk meningkatkan performa dan kemampuan. Termasuk juga meningkatkan dan memastikan proses pengambilan keputusan bagi misi di lapangan," ujar Menlu Retno di DK PBB, Rabu 28 Maret 2018 waktu New York.
 
"Kedua, untuk meraih kesuksesan dalam misi, anggaran dan sumber days yang cukup sangatlah penting. Terutama untuk mencapai mandat dari misi," jelasnya.

"Ketiga, keamanan dari misi perdamaian kami (ASEAN) merupakan sebuah tanggungjawab bersama," imbuh Menlu yang mendapat giliran bicara pertama setelah negara anggota DK PBB.
 
Kepada forum ini Menlu Retno memastikan bahwa ASEAN akan terus mempromosikan dan mendukung misi PBB melalui mekanisme dan upaya bersama ASEAN.
 
Debat terbuka ini diselenggarakan di bawah presidensi Belanda di Dewan Keamanan PBB. Pertemuan dipimpin oleh Perdana Menteri Belanda Mark Rutte dan Sekjen PBB Antonio Guterez selaku pemapar. Tercatat 13 (tiga belas) pejabat setingkat Menteri serta 69 negara anggota PBB ikut serta dalam debat terbuka ini.
 
Tema debat terbuka yang diusung Belanda dilatarbelakangi oleh semakin meningkatnya jumlah korban pasukan perdamaian PBB yang disebabkan berbagai serangan dan ancaman kemananan terhadap misi PBB. Tercatat 57 korban selama tahun 2017 dan merupakan jumlah terbesar selama dua dekade. Selain itu debat juga mencoba untuk membahas proses politik bagi penyelesaian konflik di berbagai Misi Pemeliharaan Perdamaian PBB.
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(JMS)




TERKAIT

BERITA LAINNYA

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan