Keduanya membahas rencana kunjungan Guterres ke pertemuan Asean Leaders Gathering pada 11 Oktober mendatang.
"Beliau berharap dapat lebih berinteraksi dengan para pemimpin di ASEAN," kata Menlu Retno.
Sementara itu dalam pertemuan antara Guterres dan para menlu ASEAN, salah satu isu yang dibahas adalah operasi menjaga perdamaian atau Peacekeeping Operation (PKO).
Mengenai PKO, Indonesia menekankan peran perempuan yang dinilai kurang diperhatikan. Indonesia ingin jumlah wanita dalam pasukan penjaga perdamaian bisa lebih ditambah di masa mendatang.
Menlu Retno menyebut kawasan ASEAN merupakan kontributor terbesar dalam pasukan penjaga perdamaian, yang jumlah personelnya mencapai sekitar 4.500. Ribuan anggota tersebut telah dikirim ke 12 negara yang dijadikan misi penjaga perdamaian oleh PBB.
"Jumlah perempuan dalam pasukan tersebut masih kecil, sehingga perlu ada keberpihakan dalam kebijakan," sebut Menlu Retno.
Baca: Komitmen Perdamaian RI Modal Kuat Keanggotaan DK PBB
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News