Pasukan militer Amerika Serikat di Afghanistan. (Foto: AFP).
Pasukan militer Amerika Serikat di Afghanistan. (Foto: AFP).

AS-Taliban Sepakat Penurunan Kekerasan di Afghanistan

Internasional taliban afghanistan
Marcheilla Ariesta • 14 Februari 2020 11:59
Brussels: Menteri Pertahanan Amerika Serikat (AS) Mark Esper mengumumkan pihaknya dengan Taliban telah sepakat untuk melakukan de-eskalasi kekerasan di Afghanistan. Kesepakatan ini akan berlaku selama tujuh hari.
 
Menurut Esper, langkah ini diambil untuk membantu mencari penyelesaian perdamaian yang dinegosiasikan di Afghanistan.
 
"Kami berpandangan bahwa tujuh hari, untuk saat ini sudah cukup. Pendekatan kami atas proses ini akan berdasarkan pada kondisi di lapangan," ujarnya, usai pertemuan dengan NATO di Brussels, seperti dikutip dari Telesur, Jumat 14 Februari 2020.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Meski demikian, kepala Pentagon itu tidak menyebutkan tanggal pasti untuk memulai gencatan senjata parsial.
 
Presiden Afghanistan, Ashraf Ghani mengatakan perjanjian ini merupakan kemajuan luar biasa, terutama setelah pembicaraan untuk penarikan sekitar 13.000 tentara AS dari Afghanistan.
 
Perjanjian baru ini merupakan bagian dari perundingan perdamaian baru dengan Taliban yang kembali dimulai Desember 2019. Perundingan damai sempat berhenti karena Presiden AS Donald Trump tiba-tiba 'tak selera' dengan pembicaraan tersebut.
 
Trump memutuskan menarik pembahasan perdamaian secara sepihak setelah Taliban mengklaim serangan di Kabul yang menewaskan seorang tentara AS dan 11 warga sipil.
 
Meski demikian, pembicaraan baru ini belum menunjukkan tanda-tanda kemajuan karena Taliban melakukan serangan di seluruh negeri hampir tiap hari. Karenanya kesepakatan de-eskalasi kekerasan diungkapkan untuk melihat sejauh mana kedua pihak berkomitmen pada perdamaian.
 

(WAH)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif