Warga Ekuador lakukan protes menentang pemerintah. Foto: AFP
Warga Ekuador lakukan protes menentang pemerintah. Foto: AFP

Delapan Polisi Ekuador Disandera Pedemo

Internasional Protes Ekuador
Marcheilla Ariesta • 11 Oktober 2019 14:50
Quito: Para pedemo menyandera delapan petugas polisi antihuru-hara. Para pedemo tengah memprotes agar Presiden Lenin Moreno mengundurkan diri.
 
Para demonstran mengarak tujuh petugas polisi pria dan seorang polisi wanita di Quito di hadapan ribuan pedemo lainnya. Demo kali ini menuntut diakhirinya langkah-langkah penghematan dan pengunduran diri Presiden Lenin Moreno.
 
Protes dimulai usai pemerintah mengumumkan diakhirinya subsidi bahan bakar pekan lalu. Sebagian subsidi dari perjanjian pinjaman dengan Dana Moneter Internasional (IMF).

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Dilansir dari BBC, Jumat, 11 Oktober 2019, para petugas polisi itu dipaksa naik ke atas panggung orasi. Mereka dipaksa melepas helm, rompi antipeluru, dan sepatu.
 
Para petugas tampak khawatir saat mereka diarak di depan kerumunan yang marah.
 
Sementara itu, Presiden Moreno telah mendorong dialog lebih lanjut dengan para pemimpin adat. Namun, protes ini datang dari kelompok-kelompok lain.
 
"Kami akan hadir dengan kekuatan lebih," kata pemimpin suku, Jaime Vargas.
 
Kelompok-kelompok ini telah membentuk barikade di Quito dan bentrok dengan pasukan keamanan. Bahkan ribuan pedemo baru terus berdatangan.
 
Moreno mengatakan subsidi bahan bakar, yang menghabiskan biaya USD1,3 miliar pemerintah setiap tahun, tidak lagi terjangkau. Menghilangkan subsidi ini merupakan bagian dari rencananya untuk menopang perekonomian Ekuador yang lesu.
 

(FJR)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif