Abu Bakr al-Baghdadi terlihat dalam sebuah video yang muncul pada April 2019. (Foto: AFP)
Abu Bakr al-Baghdadi terlihat dalam sebuah video yang muncul pada April 2019. (Foto: AFP)

ISIS Diyakini Punya Pemimpin Baru usai Kematian Baghdadi

Internasional isis
Willy Haryono • 28 Oktober 2019 08:01
Moskow: Presiden Amerika Serikat Donald Trump telah mengonfirmasi bahwa pemimpin kelompok militan Islamic State (ISIS) tewas dalam operasi militer AS di Suriah.
 
Menurut laporan Newsweek, ISIS telah mempunyai seorang pemimpin baru usai kematian Baghdadi. Newsweek adalah media yang pertama kali melaporkan kematian Baghdadi di provinsi Idlib, Suriah.
 
Masih dari laporan Newsweek, pengganti Baghdadi adalah Abdullah Qardash alias Hajji Abdullah al-Afari. Ia disebut-sebut telah dinominasikan Baghdadi untuk menjadi kepala "urusan Muslim" di internal ISIS.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Hanya ada sedikit informasi mengenai Qardash. Ia adalah mantan perwira militer Irak yang pernah bertugas saat masa kepemimpinan Saddam Hussein.
 
Berbicara di Gedung Putih, Trump mengatakan al-Baghdadi meledakkan rompinya saat melarikan diri dari kejaran pasukan AS via sebuah terowongan di provinsi Idlib.
 
"Seorang penjahat yang berusaha keras mengintimidasi banyak orang, ternyata menghabiskan momen terakhirnya dalam ketakutan dan rasa panik. Ia ketakutan saat dikejar pasukan Amerika," tutur Trump.
 
Ia menambahkan, tiga anak Baghdadi juga ikut meledakkan diri dalam pengejaran. Bom bunuh diri menghancurkan tubuh Baghdadi, namun Trump menyebut pemeriksaan DNA di lokasi kejadian telah mengonfirmasi identitasnya.
 
Tidak ada prajurit AS yang terluka dalam pengejaran, namun seekor anjing militer dikabarkan mengalami luka-luka.
 
Berdasarkan laporan seorang agen intelijen regional, peran Baghdadi sebagai pemimpin ISIS sebagian besar hanya bersifat simbolik dalam beberapa tahun terakhir.
 
"Ia adalah tokoh simbolik. Dia tidak terlibat dalam operasi harian," kata agen tersebut, menurut laporan Newsweek. "Tugas Baghdadi hanyalah mengatakan iya atau tidak terkait berbagai rencana (ISIS)," lanjutnya.
 
Nama Baghdadi mulai dikenal komunitas global pada 2014, setelah dirinya mendeklarasikan kekhilafahan di Irak dan Suriah. ISIS dan para simpatisannya telah melakukan banyak aksi kekerasan di sejumlah negara yang menewaskan ribuan orang.
 
Baghdadi telah bersembunyi sejak lima tahun terakhir. April lalu, sebuah video yang dirilis sayap media ISIS al-Furqan memperlihatkan seorang pria yang disebut-sebut sebagai Baghdadi. Itu adalah kali pertama Baghdadi terlihat sejak Juli 2014, saat dirinya berbicara di sebuah masjid di Mosul, Irak.

 

(WIL)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif