Protes antipemerintah di Chile menyebar ke wilayah pemukiman mewah di Santiago. Foto: AFP
Protes antipemerintah di Chile menyebar ke wilayah pemukiman mewah di Santiago. Foto: AFP

Protes di Chile Menyebar ke Pemukiman Mewah

Internasional chile politik chile
Arpan Rahman • 07 November 2019 15:51
Santiago: Demonstrasi di Chile melawan pemerintah Presiden Sebastian Pinera menyebar ke pemukiman terkaya di Santiago, Rabu. Aksi itu merebak ke sejumlah lingkungan yang sebelumnya tidak tersentuh dengan kekerasan di tengah protes mematikan.
 
Ratusan demonstran berbaris menuju Costanera Center, pusat perbelanjaan terbesar di Amerika Selatan dan kompleks yang mencakup gedung tertinggi di kawasan itu. Lokasi ini simbol ekspansi ekonomi yang menjadikan Chile salah satu negara paling stabil di kawasan itu.
 
Sebuah barisan polisi antihuru-hara menghentikan para demonstran, menembakkan meriam air, dan meluncurkan gas air mata untuk membubarkan kerumunan yang berkumpul di mal.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Demonstrasi kemudian menyebar ke daerah Providencia yang kaya-raya, pusat sektor keuangan Chile, tempat para pemrotes menyalakan api, bertempur dengan polisi, menjarah sebuah apotek dan setidaknya dua bank, serta merusak gedung-gedung pemerintah.
 
"Kami hidup dalam tingkat kekerasan dan kehancuran yang belum pernah terlihat sebelumnya," kata wali kota Providencia, Evelyn Matthei, disitat dari AFP, Kamis 7 November 2019.
 
Pesan media sosial juga menyerukan rapat umum di Komisi Ekonomi Perserikatan Bangsa-Bangsa untuk Amerika Latin dan Karibia, yang terletak di distrik kelas atas Vitacura.
 
"Waktunya telah tiba untuk sampai ke timur," kata satu pesan, menunjukkan daerah-daerah kelas atas ibu kota.
 
"Orang-orang agak sedih dan takut tentang bagaimana negara dapat kembali ke keadaan normal," kata Andrea Ortega, seorang pengacara berusia 43 tahun yang meninggalkan kantornya lebih awal untuk menjaga anak-anaknya. Ia takut terjadi kerusuhan di daerah yang sampai sekarang tidak ternoda kekerasan.
 
Secara terpisah di Renca, sebuah lingkungan kelas pekerja di utara Santiago, kerumunan kecil menyerang sebuah kantor polisi yang menyebabkan lima petugas terluka. Pengemudi truk dan pengemudi mobil memblokir jalan raya yang memprotes kenaikan tol.

Tidak ada yang disembunyikan


Demonstrasi di Chile, yang telah menyebabkan 20 orang tewas, mulai mengecil tetapi lebih keras dalam beberapa hari terakhir.
 
Di saat yang sama, keluhan tentang kekuatan berlebihan oleh polisi dan tentara juga meningkat. Termasuk tuduhan bahwa polisi membunuh, menyiksa, dan melecehkan warga sipil selama pekan-pekan protes.
 
Jaksa penuntut mengatakan lima dari 20 kematian yang tercatat dalam protes terhadap biaya hidup yang melonjak diduga berada di tangan pasukan keamanan.
 
"Kami benar-benar transparan tentang angka-angka itu karena kami tidak menyembunyikan apa pun," kata Pinera, Rabu.
 
Sebuah misi HAM PBB sedang menyelidiki dugaan kebrutalan polisi. Komisi Antar-Amerika untuk Hak Asasi Manusia yang berbasis di Washington juga meminta otorisasi Pinera mengirim misi ke Chile atas permintaan sejumlah kelompok hak asasi manusia.
 
Lembaga HAM Nasional Chile yang independen mengatakan pihaknya sudah membawa tindakan hukum atas 181 kasus termasuk dugaan pembunuhan, kekerasan seksual, dan penyiksaan oleh polisi militer.
 
Pinera mengatakan agen negara yang melakukan pelanggaran akan dihukum sama beratnya dengan mereka yang melakukan vandalisme atau kekerasan dalam protes.
 
Dia telah merombak pemerintahannya dan mengumumkan serangkaian tindakan yang ditujukan untuk menenangkan para pengunjuk rasa.
 
Dalam yang terbaru, pada Rabu, ia menandatangani undang-undang yang menjamin upah bulanan minimum sekitar USD467. Namun para pengunjuk rasa terus menuntut agar presiden miliarder sayap kanan itu mundur.
 
Krisis yang sedang berlangsung memaksa pemerintah membatalkan KTT ekonomi dan iklim internasional yang terpisah serta pertandingan sepak bola internasional utama, final Copa Libertadores Amerika Selatan.
 
Pinera mengatakan dalam siaran wawancara BBC Selasa bahwa ia tidak akan mengundurkan diri karena didemo.
 

(FJR)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif