Imigran yang berupaya masuk ke AS dari perbatasan Meksiko. Foto: AFP
Imigran yang berupaya masuk ke AS dari perbatasan Meksiko. Foto: AFP

AS Kumpulkan DNA Imigran Tanpa Dokumen

Internasional amerika serikat imigran
Arpan Rahman • 03 Oktober 2019 10:42
Washington: Pemerintah Amerika Serikat (AS) berencana mengumpulkan DNA semua imigran yang ditahan setelah memasuki negara itu secara ilegal.
 
Kementerian Keamanan Dalam Negeri AS (DHS) sedang mengembangkan rencana untuk mengambil sampel DNA dari masing-masing imigran tidak berdokumen dan menyimpannya dalam basis data nasional untuk profil DNA kriminal.
 
Berbicara kepada wartawan secara anonim, para pejabat DHS berkata, kebijakan baru itu akan memberi gambaran yang lebih luas kepada para agen imigrasi dan kontrol perbatasan mengenai situasi imigran dan tahanan.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Hasilnya disimpan di basis data CODIS DNA FBI, itu juga dapat digunakan oleh petugas lain dalam penegakan hukum dan seterusnya.
 
"Itu memang meningkatkan kemampuan kita untuk lebih jauh mengidentifikasi seseorang yang secara ilegal memasuki negara itu," kata seorang pejabat.
 
"Ini akan membantu organisasi lain juga dalam kemampuan identifikasi mereka," lanjutnya, dilansir dariAFP, Kamis 3 Oktober 2019.
 
Para pejabat mengatakan mereka sebenarnya diminta untuk mengambil sampel DNA dengan aturan tentang penanganan orang yang ditangkap dan terpidana. Permintaan itu dikeluarkan Kementerian Kehakiman AS pada 2006 dan 2010, tetapi yang belum dilaksanakan.
 

Mereka mengatakan program mengumpulkan DNA masih sedang dikembangkan. Belum tahu tanggal yang ditetapkan untuk implementasi.
 
Mengumpulkan dan menyimpan DNA orang-orang yang ditahan dan tidak diadili atau dihukum karena kejahatan telah menuai kritik dari para pembela hak-hak sipil.
 
"Pengumpulan DNA secara paksa meningkatkan privasi serius dan kekhawatiran kebebasan sipil serta kurangnya pembenaran, terutama ketika DHS sudah menggunakan metode identifikasi yang kurang disukai seperti sidik jari," Vera Eidelman, seorang pengacara dari American Civil Liberties Union, mengatakan dalam sebuah pernyataan.
 
"Pengumpulan massal semacam ini juga mengubah tujuan pengumpulan DNA dari satu investigasi kriminal ke pengawasan populasi, yang bertentangan dengan gagasan dasar kami tentang kebebasan dan otonomi," kata Eidelman.
 
Awal tahun ini Patroli Perbatasan AS mulai melakukan tes "DNA cepat" pada imigran yang melintasi perbatasan sebagai unit keluarga untuk memastikan apakah individu tersebut benar-benar sekeluarga dan tidak membuat klaim penipuan.
 
Program baru akan mengumpulkan lebih banyak informasi genetik daripada program lama, dan akan menyimpannya.
 
"Ini pada dasarnya berbeda dari DNA cepat," kata seorang pejabat lain.
 
"Ini adalah profil DNA yang lebih lengkap," pungkasnya.
 

(FJR)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif