Ilustrasi oleh Medcom.id.
Ilustrasi oleh Medcom.id.

KJRI Houston Tak Bisa Intervensi Persidangan Penabrak WNI

Internasional amerika serikat wni kecelakaan maut
Marcheilla Ariesta • 16 Januari 2020 16:07
Houston: Kasus kecelakaan yang menewaskan seorang Warga Negara Indonesia di Louisiana, Amerika Serikat, tengah didalami Konsulat Jenderal RI di Houston. Menurut Konsul Jenderal Nana Yuliana, pihaknya tidak bisa melakukan intervensi atas putusan pengadilan tersebut.
 
"KJRI Houston mencermati sidang perkara pelaku yang menewaskan Ni Kadek Ayu Ratih Sinta. Namun, KJRI Houston tidak bisa melakukan intervensi terhadap putusan pengadilan tersebut," kata Nana dalam pernyataan KJRI Houston, Kamis 16 Januari 2020.
 
"Ini merupakan proses yang dilakukan oleh negara berdaulat dan Pemerintah Republik Indonesia menghormati proses hukum yang berlaku. Namun demikian, kami menangkap aspirasi masyarakat dan menyayangkan keputusan sidang tersebut yang dianggap kurang adil," imbuhnya.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Nana menambahkan, KJRI Houston siap mendampingi bila keluarga korban meminta pengacara melakukan langkah hukum lain demi melindungi hak keadilan korban.
 
Sebelumnya, KJRI Houston membantu berkomunikasi antara keluarga korban yang diwakili pengacara Meri dan Dave Ricketts, dengan masyarakat Indonesia di Louisiana. Dukungan dari masyarakat Indonesia Amerika Serikat, khususnya di Louisiana dan sekitarnya, sangat tinggi.
 
Mereka memberikan surat dan petisi kepada hakim yang bisa menjadi pertimbangan bagi hakim untuk memberikan putusan peradilan.
 
Kasus kecelakaan lalu lintas yang menewaskan Sinta terjadi pada 14 Januari 2018. Sinta dan tiga orang lainnya ditabrak oleh perempuan muda berkewarganegaraan AS bermama Bria Mason.
 
Mason diketahui tengah mengendarai mobil di bawah pengaruh alkohol dan menggunakan ponsel. Sinta tewas, sementara tiga orang lainnya mengalami luka-luka.
 
Sesaat setelah kejadian, KJRI Houston membantu pengurusan jenazah dengan berkomunikasi dengan pihak keluarga dan berbagai pihak yang membantu pengurusan, melegalisasi surat kuasa dari keluarga kepada rekan kerja almarhumah untuk membantu pengurusan di New Orleans.
 
KJRI juga menyampaikan rekomendasi rumah duka yang dapat membantu proses pemulangan jenazah. Jenazah dipulangkan ke Indonesia pada 22 Januari 2018.
 
Pada Selasa kemarin, berlangsung sidang terhadap Bria Mason. Hasil sidang tersebut, Hakim Lauren Lemon menjatuhkan vonis hukuman tiga tahun penjara rumah pada Mason.
 
Sidang digelar di St. Charles Parish Courthouse, kota Hahnville, negara bagian Louisiana, Amerika Serikat ini juga memberikan hukuman lima tahun masa percobaan dan memakai scram device setelah masa tahanan rumah berakhir. Scram device adalah alat untuk memonitor kadar alkohol dalam tubuh seseorang.
 
(FJR)



FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif