Penasihat Keamanan Gedung Putih John Bolton di Miami, 18 Februari 2019. (Foto: AFP/Getty/JOE RAEDLE)
Penasihat Keamanan Gedung Putih John Bolton di Miami, 18 Februari 2019. (Foto: AFP/Getty/JOE RAEDLE)

Gedung Putih Tegaskan KTT Hanoi Berjalan Sukses

Internasional korea utara Amerika Serikat-Korea Utara
Willy Haryono • 04 Maret 2019 06:44
Washington: Penasihat Keamanan Gedung Putih John Bolton membantah bahwa Konferensi Tingkat Tinggi kali kedua antara Presiden Donald Trump dan pemimpin Korea Utara Kim Jong-un di Hanoi, Vietnam, pada akhir Februari kemarin berakhir gagal. Ia menyebut KTT Hanoi berjalan sukses, meski Trump pulang ke Washington dengan tangan kosong.
 
Sejumlah pihak sempat mengharapkan KTT Hanoi akan menghasilkan kesepakatan konkret, tidak seperti pertemuan pertama Trump dan Kim di Singapura tahun lalu. Namun KTT Hanoi berjalan di luar harapan, bahkan diakhiri tanpa ada pernyataan gabungan kedua pemimpin.
 
Dalam program "Face the Nation" di media CBS, Bolton mengatakan bahwa kegagalan Trump untuk mendapatkan komitmen dari Korut mengenai denuklirisasi seharusnya dipandang sebagai sebuah "kesuksesan." Ia menegaskan apa yang dilakukan Trump di Hanoi adalah untuk melindungi kepentingan nasional AS.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Bolton menyebut isu utama dalam KTT Hanoi bagi AS adalah apakah Korut mau menerima "tawaran besar" dari Trump mengenai denuklirisasi menyeluruh di Semenanjung Korea.
 
"Presiden (Trump) berpegang teguh pada pandangannya. Dia memperdalam hubungannya dengan Kim Jong-un. Saya tidak melihat (KTT Hanoi) sebagai sebuah kegagalan sama sekali, karena kepentingan nasional Amerika tetap terlindungi," ungkap Bolton, seperti dikutip dari laman AFP, Minggu 3 Maret 2019.
 
Menurut keterangan beberapa pejabat AS, di pekan terakhir menuju KTT Hanoi, Pyongyang sempat meminta Washington untuk mencabut semua sanksi ekonomi Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (DK PBB) yang dijatuhkan sejak Maret 2016.
 
Sebagai gantinya, Korut menawarkan penutupan sebagian Yongbyon, sebuah kompleks besar yang terdiri dari beragam bangunan, termasuk fasilitas nuklir.
 
Menteri Luar Negeri Korut Ri Yong-ho membantah keterangan beberapa pejabat AS tersebut, dan menegaskan bahwa negaranya menawarkan untuk menutup "semua fasilitas produksi nuklir di Yongbyon" sebagai ganti dari pencabutan sanksi.
 
Mengenai hasil akhir KTT Hanoi, Trump mengatakan pada Kamis kemarin bahwa "ada kalanya kita harus terus berjalan ke depan, dan ini adalah salah satu momen tersebut. "Lebih baik melakukan hal yang tepat, tapi tidak terburu-buru," lanjutnya.
 
Baca:Korut Tawarkan Pembicaraan Baru dengan Trump
 

(WIL)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif