Dalam video, militan ISIS terlihat menyandera dua grup tahanan di lokasi berbeda di Libya. Terdapat tulisan di cuplikan tersebut, yakni "pengikut salib dari Gereja Ethiopia."
"AS mengutuk keras pembunuhan massal brutal terhadap umat Kristen Ethiopia oleh teroris terafiliasi ISIL di Libya," ujar juru bicara Dewan Keamanan Nasional AS Bernadette Meehan, yang menggunakan akronim lain untuk ISIS.
"Kekejaman ini sekali lagi menggarisbawahi pentingnya resolusi politik terhadap konflik di Libya," sambung dia, seperti dilansir AFP.
Juru bicara pemerintah Ethiopia Redwan Hussein mengaku sedang menghubungi kedutaan besar di Kairo, Mesir, untuk memverifikasi keaslian video. Hussein meyakini tahanan yang dibunuh adalah imigran Ethiopia yang berharap dapat menyeberang ke Eropa.
Libya telah menjadi lokasi transit untuk imigran di Afrika yang ingin menyeberangi Mediterania untuk mencapai Eropa.
"Jika video ini telah terkonfirmasi, maka akan menjadi semacam peringatan bagi orang-orang yang ingin pergi ke Eropa melalui rute berbahaya," tutur Hussein.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News