Turis terkepung oleh baku tembak di Puncak Morro Dois Irmaos (tangkapan layar X @Osint613)
Turis terkepung oleh baku tembak di Puncak Morro Dois Irmaos (tangkapan layar X @Osint613)

Mencekam! 200 Turis Terjebak di Puncak Morro Dois Irmaos saat Polisi Adu Tembak vs Gangster

Muhammad Syahrul Ramadhan • 23 April 2026 11:57
Ringkasnya gini..
  • Sebanyak 200 wisatawan terjebak di puncak Morro Dois Irmãos saat polisi menggerebek pesta gembong narkoba 'Dada' dari geng Komando Merah.
  • Turis terpaksa berlindung selama 2 jam di tengah suara tembakan sebelum akhirnya dievakuasi setelah jalur dinyatakan aman oleh otoritas.
  • Pemandu wisata lokal tetap berkoordinasi dengan kepolisian dan helikopter patroli untuk menjaga situasi tetap terkendali selama konflik.
Jakarta: Momen liburan yang seharusnya tenang berubah menjadi situasi hidup dan mati bagi sekitar 200 turis di Rio de Janeiro, Brasil. Para wisatawan yang sedang mengejar momen matahari terbit di puncak gunung populer, Morro Dois Irmãos, terjebak di tengah baku tembak sengit antara kepolisian dan kelompok gangster pada Senin, 20 April 2026.
 
Gunung yang menghadap langsung ke Pantai Ipanema yang ikonik ini seketika berubah menjadi zona mencekam saat rentetan tembakan mulai terdengar dari area pemukiman kumuh (favela) di bawah kaki gunung.
 
Berdasarkan laporan NY Post dan media lokal Globo, peristiwa bermula ketika para turis sedang menanti fajar di puncak gunung. Tiba-tiba, suara tembakan memecah kesunyian. Matilda Oliveiro, seorang turis asal Portugal, menceritakan detik-detik saat pemandu wisata memerintahkan seluruh rombongan untuk segera berlindung.

Pihak kepolisian saat itu tengah melakukan operasi besar-besaran untuk menangkap anggota geng Comando Vermelho (Komando Merah), salah satu kelompok kriminal paling berpengaruh di Brasil yang menguasai berbagai sektor di wilayah tersebut.
 
Operasi tersebut merupakan bagian dari perburuan gembong narkoba besar, Ednaldo Perenier Souza alias 'Dada'. Souza dilaporkan sedang berpesta di kota tersebut sebelum polisi melakukan penggerebekan. Meski Souza berhasil melarikan diri melalui lorong rahasia, polisi berhasil menangkap tiga anak buahnya dalam baku tembak yang berkecamuk di bawah jalur pendakian turis.
 
Selama operasi berlangsung, pihak berwenang memblokir akses jalan menuju gunung untuk mencegah jatuhnya korban sipil. Para wisatawan pun terpaksa tertahan di puncak selama kurang lebih dua jam.
 
Menariknya, beberapa pemandu wisata lokal ternyata telah mendapatkan informasi awal mengenai operasi kepolisian tersebut. Mereka tetap berkoordinasi dengan unit polisi yang beroperasi di wilayah Vidigal untuk memastikan keselamatan rombongan.
 
Meskipun gembong narkoba 'Dada' berhasil meloloskan diri, keberhasilan evakuasi ratusan turis tanpa korban jiwa menjadi catatan penting dalam operasi kepolisian kali ini. Pihak berwenang Brasil pun menegaskan akan terus meningkatkan pengamanan di titik-titik wisata populer guna menjamin keselamatan wisatawan asing dari ancaman konflik gangster yang masih kerap terjadi di wilayah pinggiran Rio de Janeiro.
 
(Fany Wirda Putri)
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(RUL)




TERKAIT

BERITA LAINNYA

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan