Presiden AS Donald Trump dalam acara kampanye di Ohio, AS, 9 Januari 2020. (Foto: AFP/SAUL LOEB)
Presiden AS Donald Trump dalam acara kampanye di Ohio, AS, 9 Januari 2020. (Foto: AFP/SAUL LOEB)

Trump Merasa Lebih Pantas Terima Nobel Perdamaian 2019

Internasional nobel donald trump
Willy Haryono • 11 Januari 2020 08:28
Ohio: Presiden Amerika Serikat Donald Trump meyakini dirinya diabaikan dalam penyerahan hadiah Nobel Perdamaian tahun lalu. Menurutnya, hadiah itu lebih pantas diberikan kepada dirinya ketimbang Perdana Menteri Ethiopia Abiy Ahmed.
 
Pernyataan tersebut disampaikannya dalam sebuah acara kampanye di Ohio, Toledo.
 
"Saya akan memberi tahu Anda semua mengenai Nobel Perdamaian. Saya telah membuat perjanjian, dan saya pun menyelamatkan sebuah negara. Tapi saya mendengar justru kepala negara itulah yang sekarang mendapatkan Nobel Perdamaian," ujar Trump, dilansir dari laman BBC, Jumat 10 Januari 2020.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Apakah saya terlibat dalam upaya penyelamatan negara tersebut? Tentu saja, tapi ternyata kenyataannya seperti saat ini. Intinya saya telah mengakhiri sebuah perang besar, bahkan beberapa konflik lainnya juga," lanjut dia.
 
Meski tidak secara eksplisit menyebutkan nama, sudah jelas Trump merujuk ke PM Abiy karena kepala negara Ethiopia itulah yang dinyatakan sebagai peraih Nobel Perdamaian 2019.
 
PM Abiy, 43, adalah kepala negara termuda di benua Afrika. Ia menjadi peraih penghargaan atas perannya memediasi perdamaian antara Ethiopia dan Eritrea, setelah berakhirnya perang kedua kubu yang telah berlangsung selama hampir dua dekade.
 
Seorang mantan perwira intelijen, Ahmed menjadi penguasa di Ethiopia pada April tahun lalu. Dalam kurun waktu singkat, ia berhasil memediasi perdamaian dengan Eritrea dan juga memperkenalkan program reformasi di Ethiopia.
 
Dengan membebaskan ribuan aktivis oposisi yang telah mendekam di penjara selama bertahun-tahun, PM Ahmed mencitrakan dirinya sebagai sinar harapan dan kemajuan untuk Ethiopia.
 
Selama kepemimpinannya, wanita di Ethiopia menempati sejumlah posisi penting di pemerintahan. Untuk kali pertamanya dalam sejarah benua Afrika, seorang perempuan di Ethiopia dapat menjadi seorang menteri kehakiman.
 

(WIL)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif