Kapal 'Wise Honest' milik Korea Utara resmi jadi milik Amerika Serikat. Foto: Departement of Justice
Kapal 'Wise Honest' milik Korea Utara resmi jadi milik Amerika Serikat. Foto: Departement of Justice

Kemenangan AS Rebut Kapal Kargo Korut

Internasional Amerika Serikat-Korea Utara
Arpan Rahman • 22 Oktober 2019 15:54
New York: Seorang hakim telah memberikan kepada Amerika Serikat (AS) kepemilikan kapal kargo Korea Utara (Korut) yang disita tahun lalu karena melanggar sanksi AS.
 
Wise Honest, kapal pengangkut 17.061 ton dan salah satu kapal curah terbesar Korut, diberikan kepada Amerika Serikat, Senin, kata Kementerian Kehakiman AS.
 
Kapal itu dicegat oleh otoritas Indonesia pada April 2018. Saat diperiksa, kapal itu ditemukan mengandung batu bara Korut, yang pasokan, pemindahan, dan penjualannya dilarang di bawah sanksi Dewan Keamanan PBB.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Menurut tuntutan yang diajukan oleh jaksa federal pada Mei, dari setidaknya November 2016 hingga penahanannya, kapal mengekspor batubara Korut ke pembeli asing dan mengimpor alat berat kembali ke negara tersebut.
 
Jaksa mengatakan bahwa mereka yang terlibat dalam konspirasi memalsukan dokumen untuk menyembunyikan asal-usul kapal dan muatannya. Pada November 2018, kapten kapal dihukum di Indonesia karena mengklaim Wise Honest dimuat dengan batubara ke Nahkoda, Rusia, dan bukan kota pelabuhan Nampo di Korut.
 
Mereka juga mengatakan mata uang AS digunakan melalui bank AS untuk membayar berbagai perbaikan dan peralatan kapal dan lebih dari USD750.000 atau Rp10,5 miliar ditransfer melalui rekening di lembaga keuangan AS untuk membeli muatan batubara di kapal Wise Honest saat disita.
 
Segera setelah ditahan, Distrik Selatan New York mengeluarkan surat kuasa hukum kejaksaan AS, yang dipatuhi Indonesia, menjadikan Wise Honest sebagai penyitaan pertama kalinya kapal Korut oleh AS atas pelanggaran sanksi.
 
Pada Mei, Kementerian Kehakiman AS mengajukan tuntutan atas dasar pelanggaran sanksi.
 
"Penghakiman hari ini atas penyitaan menyelesaikan perampasan Wise Honest oleh pemerintah AS dan secara resmi mengeluarkan kapal Korut ini dari komisi," Jaksa Agung AS Geoffrey S. Berman dari Distrik Selatan New York berkata dalam sebuah pernyataan.
 
"Itu tidak akan lagi digunakan untuk melanjutkan skema kriminal. Dengan menggunakan perangkat lengkap yang kami miliki, kami akan terus menyelidiki dan menuntut upaya dari penghindaran sanksi AS, termasuk oleh rezim Korut," bubuhnya, disiarkan dari UPI, Selasa 22 Oktober 2019.
 
Dalam sebuah pernyataan pada Senin, jaksa mengucapkan terima kasih kepada Fred dan Cindy Warmbier, orang tua dari mahasiswa AS yang tewas, Otto Warmbier. Mereka secara sukarela menarik klaim tentang kapal untuk mempercepat penyitaannya.
 
Pada Juli, Warmbiers dianugerahi hak untuk menjual Wise Honest guna menutupi putusan USD500 juta atau Rp7 triliun atas Korut terkait kematian putra mereka yang jatuh sakit sesudah ditahan oleh rezim Kim Jong Un dan meninggal tidak lama setelah dibebaskan.
 
Dalam putusan setebal tiga halaman, Hakim P. Kevin Castel mengatakan Warmbiers ‘menyelesaikan’ petisi mereka.
 
"Perintah penyitaan ini menenggelamkan karier Wise Honest sebagai salah satu kapal pelanggar sanksi terbesar Korut," kata Asisten Jaksa Agung Keamanan Nasional John C. Demers dalam sebuah pernyataan.
 
"Kementerian Kehakiman akan terus mengejar properti lain yang digunakan untuk melanggar AS dan sanksi internasional, di seluruh dunia, dengan kerja sama dari mitra internasional kami," pungkasnya.
 

(FJR)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif