Jerry Chun Shing Lee berkarier di CIA selama 13 tahun. (Foto: BBC/ALEXANDRIA SHERIFFS OFFICE)
Jerry Chun Shing Lee berkarier di CIA selama 13 tahun. (Foto: BBC/ALEXANDRIA SHERIFFS OFFICE)

Jadi Mata-Mata Tiongkok, Mantan Agen CIA Dibui

Internasional amerika serikat tiongkok
Arpan Rahman • 24 November 2019 18:04
Washington: Seorang mantan agen Agensi Intelijen Pusat Amerika Serikat (CIA) divonis 19 tahun penjara karena terbukti telah menjadi mata-mata Tiongkok.
 
Jerry Chun Shing Lee, 55, meninggalkan CIA di tahun 2007 dan direkrut oleh agen Tiongkok di Hong Kong. Tim jaksa mengatakan Lee kemudian dibayar untuk memberikan informasi terkait pertahanan nasional AS.
 
Mei lalu, Lee mengaku bersalah atas tudingan konspirasi. Ia mengaku telah menyerahkan informasi pertahanan nasional AS kepada pemerintah asing, dalam hal ini Tiongkok.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Disitir dari BBC, Sabtu 23 November 2019, jaksa penuntut dan tim pengacara sempat berselisih paham mengenai seberapa parah tingkat kejahatan Lee. Pengacara Lee menginginkan kliennya mendapat vonis penjara di bawah 10 tahun.
 
Menurut keterangan jaksa penuntut, Lee telah mendapat ratusan ribu dolar dari agen intelijen Tiongkok. Lee juga dituding telah memberikan seluruh informasi yang didapatnya selama 13 tahun berkarier di CIA.
 
Namun tim pengacara Lee berkukuh tidak pernah ada bukti kuat bahwa uang yang diterima kliennya berasal dari Tiongkok.
 
Kementerian Hukum AS mengatakan bahwa Lee telah dihubungi agen intelijen Tiongkok pada 2010. Para agen menawari Lee uang, dan berjanji akan mengurusi segala keperluannya "seumur hidup" asalkan ia memberikan sejumlah dokumen rahasia AS.
 
Ratusan ribu dolar telah masuk ke rekening Lee di sebuah bank di Hong Kong antara Mei 2010 dan Desember 2013. Lee disebut telah membuat sebuah dokumen yang berisi informasi mengenai beragam aktivitas CIA, termasuk lokasi-lokasi penugasan para agen.
 
Washington menyebut pengkhianatan Lee ini telah membuat Tiongkok berhasil membongkar jaringan informan AS antara tahun 2010 dan 2012.
 
Sekitar 20 informan tewas atau dipenjara selama periode tersebut -- salah salah kegagalan terbesar dalam sejarah intelijen AS.

 

(WIL)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif