Tiga Alasan AS Melanjutkan Misi di Suriah
Dubes AS untuk PBB Nikki Haley tegaskan misi negaranya di Suriah sangat jelas (Foto: AFP).
Washington: Duta Besar Amerika Serikat di PBB Nikki Haley telah mengindikasikan sanksi ekonomi baru akan diumumkan, Senin 16 April, melawan Rusia karena membiarkan pemimpin pemerintah Suriah Bashar Assad terus menggunakan senjata kimia.
 
Dubes Haley mengatakan Rusia telah memblokir enam upaya oleh Dewan Keamanan PBB guna mempermudah menyelidiki penggunaan senjata kimia. Haley pun memaparkan tiga alasan misi AS di Suriah.
 
"Semua orang akan merasakannya pada titik ini," kata Haley, memperingatkan konsekuensi bagi sekutu asing Assad.
 
"Komunitas internasional tidak akan mengizinkan senjata kimia untuk kembali ke kehidupan kita sehari-hari," katanya dalam sebuah wawancara yang disiarkan Minggu. "Fakta dia membuat ini lebih normal dan Rusia menutupinya, semua itu harus dihentikan," cetusnya, seperti disitat AFP, Senin 16 April 2018.
 
Presiden Donald Trump, pada Minggu 15 April, mengatakan serangan rudal yang dipimpin AS terhadap program senjata kimia Suriah "dilakukan dengan sempurna."
 
(Baca: Trump Klaim Serangan ke Suriah Sukses Besar).
 
Trump mencuit 'Misi Tercapai' pada Sabtu setelah pesawat tempur dan kapal perang AS, Perancis, dan Inggris meluncurkan lebih dari 100 rudal yang hampir tidak dilawan oleh pertahanan udara Suriah.
 
Pilihan kata-katanya mengingatkan kembali klaim serupa yang dikaitkan dengan Presiden George W. Bush setelah invasi pimpinan AS ke Irak. Bush bersuara kepada para pelaut di atas kapal Angkatan Laut pada Mei 2003 bersama spanduk 'Misi Tercapai', hanya beberapa pekan sebelum menjadi jelas bahwa orang Irak telah mengorganisir pemberontakan yang akan mengikat pasukan AS selama bertahun-tahun.
 
Kemudian, Minggu, Trump mengirim surat kepada pimpinan kongres yang memberi tahu mereka secara tertulis tentang keputusannya untuk memerintahkan serangan. Di bawah Resolusi Kekuasaan Perang, presiden harus tetap memberi tahu Kongres tentang tindakan tersebut.
 
Haley menjelaskan bahwa AS tidak akan menarik pasukan dari Suriah segera, dengan mengatakan keterlibatan AS di sana 'belum selesai.'
 
"Tiga tujuan AS untuk menyelesaikan misi adalah memastikan senjata kimia tidak digunakan dengan cara yang dapat merugikan kepentingan nasional AS, mengalahkan kelompok militan Islamic State (ISIS), dan memiliki sudut pandang yang baik untuk mengawasi apa yang dilakukan Iran," pungkas Haley.
 
"Kami tidak akan pergi sampai kami tahu kami telah mencapai hal-hal itu," katanya.
 
(Baca: Putin Peringatkan Kekacauan jika Ada Serangan ke Suriah).
 
Haley mengatakan serangan militer gabungan "memberikan pukulan berat dalam program senjata kimia mereka, membuat mereka mundur bertahun-tahun" dan menegaskan kembali bahwa jika Assad menggunakan gas beracun lagi, "Amerika Serikat terkunci dan dimuat."
 
Presiden Perancis Emmanuel Macron mengatakan pada Minggu bahwa Prancis ingin meluncurkan inisiatif diplomatik atas Suriah yang akan mencakup kekuatan Barat, Rusia, dan Turki. Berbicara di televisi Prancis BFM dan situs daring Mediapart, Macron menekankan bahwa diplomasi Perancis mampu berbicara dengan Iran, Rusia, dan Turki di satu sisi dan ke AS di sisi lain.
 
Dia berkata, "Sepuluh hari yang lalu, Presiden Trump ingin mundur dari Suriah. Kami meyakinkannya agar tetap maju."
 
Dalam pidato yang disiarkan di televisi dari Gedung Putih, pada Jumat, Trump mengatakan AS siap mempertahankan tekanan ekonomi, diplomatik, dan militer pada Assad. Sampai ia mengakhiri pola membunuh rakyatnya sendiri dengan senjata kimia yang dilarang secara internasional.

 
 



(FJR)

metro tv
  • Opsi Opsi
  • kick andy Kick Andy
  • economic challenges Economic Challenges
  • 360 360

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id