NEWSTICKER
Presiden AS Donald Trump bantah tawarkan pengampunan untuk Julian Assange. Foto: AFP
Presiden AS Donald Trump bantah tawarkan pengampunan untuk Julian Assange. Foto: AFP

Trump Tepis Klaim Tawarkan Ampunan kepada Bos WikiLeaks

Internasional wikileaks donald trump
Arpan Rahman • 20 Februari 2020 19:12
Washington: Gedung Putih menyangkal Donald Trump memberikan pengampunan bagi Julian Assange. Dengan catatan pendiri Wikileaks membantah keterlibatan Rusia dalam pengungkapan tahun 2017 oleh organisasi itu atas sejumlah dokumen Partai Demokrat.
 
Bocoran itu dibuat oleh seorang pengacara Assange, Edward Fitzgerald QC, ketika ia menggambarkan bukti dugaan tawaran pengampunan yang disampaikan atas nama Trump oleh mantan anggota Kongres Republik Amerika Serikat Dana Rohrabacher di Kedutaan Besar Ekuador pada Agustus 2017.
 
"Presiden nyaris tidak mengenal Dana Rohrabacher selain dia adalah mantan anggota kongres. Dia tidak pernah berbicara dengannya mengenai hal ini atau hampir semua hal," ujar Juru Bicara Gedung Putih Stephanie Grisham, yang bepergian dengan Trump dalam tur kampanye.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Ini benar-benar rekayasa dan kebohongan total. Ini mungkin tipuan lain yang tidak pernah berakhir dan kebohongan total dari DNC (Komite Nasional Demokrat)," ucapnya.
 
Anggota parlemen dari Partai Republik dan Demokrat tidak segera menanggapi tuduhan Assange. Tetapi beberapa mantan pejabat Kementerian Kehakiman AS dan mantan pembantu pemerintahan Obama dengan cepat menyimpulkan kesalahan oleh presiden.
 
Hanya beberapa bulan setelah politisi Demokrat di DPR AS memakzulkannya karena apa yang mereka lihat ketika Trump menyalahgunakan kekuasaannya terhadap Ukraina dengan diduga mengaitkan paket bantuan militer besar-besaran AS, yang didanai oleh pembayar pajak, agar pemerintah Ukraina menyelidiki musuh politik domestik utamanya.
 
"Pengacara biasanya tidak membuat klaim di pengadilan yang tidak bisa mereka buktikan. Akan menarik untuk melihat apakah ada bukti dari tuduhan serius ini Rohrabacher adalah utusan Gedung Putih, menawarkan pengampunan sebagai imbalan atas peretasan pemilu kita oleh Rusia," Joyce White, mantan pengacara AS.
 
Ned Price, seorang pejabat senior Dewan Keamanan Nasional di Gedung Putih era Obama, mencatat: "Ini kedengarannya seperti pengacara Assange siap untuk mendukung klaimnya dengan bukti. Ini merupakan indikasi lain bahwa serangan Trump terhadap aturan hukum bukan baru; sudah berlangsung sepanjang masa jabatannya."
 
Mantan agen khusus FBI Clint Watts menawarkan tanggapan yang lebih terukur, menulis di Twitter bahwa ia "ingin melihat lebih banyak bukti mendukung klaim ini".
 
"Tapi itu benar-benar buruk jika benar. Tindakan Trump akan kembali menggugat penuntutan, komunitas Intel, tindakan pemerintahnya sendiri," tutur Watts, disiarkan dari The Independent, Kamis 20 Februari 2020.
 
Juru bicara untuk beberapa anggota senior Partai Republik dan Demokrat belum menanggapi permintaan komentar.
 

(FJR)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif