"Rusia siap berpartisipasi dalam upaya mediasi apapun, untuk mengumpulkan semua kekuatan politik yang terlibat," kata Dubes Vorobieva, di Jakarta, Rabu 10 April 2019.
Dia menambahkan akan melakukan dialog dengan pihak berwenang di Venezuela. "Dan pesan yang akan kami katakan kepada mereka adalah sama, kita perlu memiliki dialog damai," imbuhnya.
Vorobieva menuturkan di Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (DK PBB), Rusia mengatakan ancaman kekuatan dan intervensi militer tidak akan membantu menyelesaikan situasi ini.
"Orang Amerika mengatakan bahwa hidup ini buruk di Venezuela, sehingga mereka memprotes, tapi mengapa mereka membuatnya lebih buruk? Tidak ada logika dalam hal itu," katanya.
Menurut Vorobieva, langkah yang diambil AS hanya dilakukan ketika ingin menjatuhkan rezim Presiden Venezuela Nicolas Maduro.
"Tetapi, jika Anda tulus dan benar-benar ingin membuat kehidupan rakyat Venezuela menjadi lebih baik, maka jangan memaksakan semua sanksi ini sehingga orang-orang menderita pemadaman dan kekurangan makanan," ungkapnya.
Rusia merupakan sekutu Venezuela. Dubes Vorobieva menuturkan hubungan negaranya dengan Caracas memiliki prospek yang baik ke depannya.
Dalam konflik Venezuela, Rusia memberikan dukungan kepada Nicolas Maduro yang baru saja dilantik sebagai presiden pada 10 Januari lalu untuk pemerintahannya yang kedua.
Mengenai isu Palestina, Vorobieva menegaskan bahwa negaranya mendukung penuh Indonesia dalam membawa isu Palestina di panggung DK PBB.
"Rusia-Indonesia memiliki posisi yang hampir sama dalam masalah Palestina. Kami sangat mendukung bahwa Indonesia membawa masalah ini sehingga menjadi perhatian DK PBB dan komunitas internasional pada umumnya," tutur dia.
Dubes Vorobieva mengakui kurangnya perhatian komunitas global terhadap isu kemerdekaan dan kemanusiaan di Palestina. Menurutnya, isu Palestina cenderung tergeser berbagai konflik lain, semisal perang sipil di Suriah.
"Kami sangat menghargai upaya Indonesia dan kami mendukung semua upaya untuk menyelesaikan masalah ini," imbuhnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News