Presiden interim Bolivia Jeanine Anez melambaikan tangannya di La Paz, 12 November 2019. (Foto: AFP/AIZAR RALDES)
Presiden interim Bolivia Jeanine Anez melambaikan tangannya di La Paz, 12 November 2019. (Foto: AFP/AIZAR RALDES)

Presiden Interim Bolivia Tolak UU Amnesti Morales

Internasional bolivia
Willy Haryono • 24 November 2019 13:05
La Paz: Presiden interim Bolivia Jeanine Anez menolak mengesahkan Undang-Undang Amnesti yang dibuat saat negara tersebut masih dipimpin Evo Morales. Jika UU itu disahkan, maka Morales dapat terhindar dari proses penuntutan kasus kriminal.
 
Penolakan dilakukan usai otoritas hukum Bolivia di bawah Anez membuka penyelidikan kasus dugaan terorisme dan juga penghasutan terhadap Morales yang mencari suaka di Meksiko.
 
Morales dituding telah melanggar hukum karena pernah memerintahkan adanya blokade agar pasokan makanan tidak dapat masuk ke sejumlah kota di tengah gelombang unjuk rasa di Bolivia. Ia juga dituduh telah menghasut sejumlah orang untuk bergerak dari wilayah pedesaan ke ibu kota.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Kami telah menegaskan bahwa pemerintahan saat ini tidak akan menuntut politisi atau pemimpin serikat manapun. Tapi di waktu yang sama, siapapun yang melanggar hukum dan melakukan kejahatan tidak akan mendapat amnesti," tutur Anez, seperti dikutip oleh AFP, Sabtu 23 November 2019.
 
UU Amnesti dikenalkan Partai Gerakan Sosialisme (MAS) milik Morales. UU ini ditolak karena MAS kini sudah menjadi pihak oposisi di senat Bolivia.
 
Aksi protes di Bolivia sejak bulan lalu dipicu tuduhan oposisi bahwa Morales berbuat curang dalam pemilihan umum. Morales kemudian mengundurkan diri di tengah desakan kuat terhadap dirinya. Morales kemudian pergi ke Meksiko usai mendapat suaka.
 
Dalam sebuah konferensi pers, Menteri Dalam Negeri Bolivia Arturo Murillo mengatakan sebuah laporan kriminal terkait Morales telah diajukan ke tim kejaksaan. Laporan disebut Murillo didasarkan pada sebuah rekaman audio yang diklaimnya dibuat oleh Morales di Meksiko.
 
"Kami berusaha mengejar hukuman maksimal untuk pasal penghasutan dan terorisme," kata Murillo.
 
Merespons tuduhan, Morales mengatakan bahwa rekaman audio itu telah "dimanipulasi." Ia kemudian mempertanyakan mengapa para jaksa di Bolivia tidak menyelidiki kematian para demonstran dan malah mengejar dirinya.
 
Anez sebelumnya pernah mengatakan bahwa Morales akan dijerat hukum jika suatu saat kembali ke Bolivia.
 

(WIL)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif