Guru Besar Hukum Internasional Universitas Indonesia, Hikmahanto Juwana. (Foto: MI/Rommy Pujianto)
Guru Besar Hukum Internasional Universitas Indonesia, Hikmahanto Juwana. (Foto: MI/Rommy Pujianto)

Indonesia di DK PBB Didorong Gelar Sidang Darurat Isu Venezuela

Internasional konflik venezuela venezuela dk pbb
Willy Haryono • 02 Mei 2019 08:51
Jakarta: Indonesia yang bulan ini menjadi Presiden Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (DK PBB) perlu segera mengagendakan sidang darurat untuk membahas kejadian di Venezuela. Demikian disampaikan Hikmahanto Juwana, Guru Besar Hukum Internasional Universitas Indonesia.
 
Venezuela dilanda krisis politik dan ekonomi sejak beberapa bulan terakhir. Ketegangan politik dimulai sejak tokoh oposisi Juan Guaido mendeklarasikan diri sebagai presiden interim pengganti Presiden Nicolas Maduro pada Januari lalu.
 
"Apa yang terjadi di Venezuela perlu dibahas dalam agenda DK PBB karena dapat mengancam perdamaian internasional. Hal ini karena ada kemungkinan peran dari negara lain ataupun unsur yang di dalamnya yang terlibat dalam kudeta gagal di Venezuela," ujar Hikmahanto, dalam keterangan tertulis yang diterima Medcom.id,Kamis 2 Mei 2019.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Di bidang ekonomi, Venezuela dilanda hiperinflasi yang membuat mata uang bolivar hampir tidak ada nilainya lagi. Hal ini memicu eksodus jutaan warga Venezuela ke beberapa negara tetangga untuk mencari kehidupan yang lebih baik.
 
Menurut Hikmahanto, RI perlu menyerukan sidang darurat karena berbagai kepala pemerintahan telah menyuarakan apa yang terjadi di Venezuela.
 
"Agar tidak menjadi ketegangan baru bagi keamanan internasional, adalah wajar bisa Indonesia meminta anggota DK PBB untuk membahas apa yang terjadi di venezuela," tutur Hikmahanto.
 
Selasa lalu, Maduro mengklaim telah berhasil menggagalkan percobaan kudeta, yang disebutnya telah direncanakan kelompok sayap kanan dan juga geng pimpinan Presiden Amerika Serikat Donald Trump.
 
Dalam pidato selama lebih kurang satu jam pada Selasa malam, Maduro menuduh Guaido dan politikus Leopoldo Lopez sempat berusaha memicu konflik bersenjata.
 
Maduro menilai konflik bersenjata semacam itu berpotensi dijadikan landasan oleh sejumlah negara asing, terutama AS, untuk melancarkan intervensi militer ke Venezuela.
 
Pada Rabu 1 Mei kemarin, Indonesia resmi memulai presidensi DK PBB. Keketuaan berlangsung selama satu bulan penuh hingga akhir Mei ini.
 
Baca:Presidensi Indonesia di DK PBB Dimulai
 

(WIL)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

MAGHRIB 17:47
DOWNLOAD JADWAL

Untuk Jakarta dan sekitarnya

  • IMSAK04:26
  • SUBUH04:36
  • DZUHUR11:53
  • ASHAR15:14
  • ISYA19:00

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif