Penemuan kokain itu disebut-sebut sebagai yang terbesar dalam sejarah operasi Bea Cukai AS. Setelah 20 ton kokain itu disita petugas, kini giliran kapal pengangkutnya, MSC Gayene.
"Penyitaan kapal berukuran sebesar ini berlangsung rumit karena belum pernah dilakukan sebelumnya. Tapi tindakan ini tepat, karena situasinya juga belum pernah terjadi sebelumnya," kata seorang jaksa AS, William M. McSwain, dikutip dari Sky News, Selasa 9 Juli 2019.
"Saat sebuah kapal membawa narkotika mematikan dalam jumlah besar ke perairan Philadelphia, maka kami akan mengupayakan konsekuensi terberat kepada semua pihak terkait demi melindungi negara," lanjutnya.
Casey Durst, direktur lapangan Bea Cukai AS untuk wilayah Baltimonre, menilai penyitaan kapal sebesar ini memang belum pernah dilakukan sebelumnya. Namun ia menyebut tindakan semacam itu mengindikasikan bahwa menyelundupkan narkotika ke AS akan berujung pada konsekuensi serius.
"Penyitaan ini menjadi pengingat kepada semua jasa pelayaran untuk tetap tunduk terhadap aturan AS dan internasional," tegas Durst.
MSC, operator MSC Gayane, belum merespons penyitaan di Philadelphia. Namun sebelumnya MSC pernah mengatakan bahwa operator pelayaran dan logistik memang rentan terkena imbas dari masalah penyelundupan.
Berbicara kepada kantor berita NBC, seorang sumber mengatakan bahwa destinasi dari 20 ton kokain itu sebenarnya bukan Philadelphia, melainkan Belanda dan Prancis
Sebagian besar kokain yang beredar di dunia dikonsumsi di AS. Pada 2017, Kementerian Luar Negeri AS memperingatkan adanya indikasi bahwa penggunaan dan ketersediaan kokain kembali meningkat untuk kali pertama dalam hampir satu dekade terakhir.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News