Foto pada 25 September 2019 memperlihatkan permukiman Givat Zeev yang didirikan Israel di dekat Ramallah, Tepi Barat. (Foto: AFP/AHMAD GHARABLI)
Foto pada 25 September 2019 memperlihatkan permukiman Givat Zeev yang didirikan Israel di dekat Ramallah, Tepi Barat. (Foto: AFP/AHMAD GHARABLI)

AS Anggap Permukiman Israel di Tepi Barat Tidak Lagi Ilegal

Internasional amerika serikat palestina israel
Willy Haryono • 19 November 2019 07:24
Washington: Amerika Serikat telah mengubah posisinya terhadap isu permukiman Israel di Tepi Barat, dan tidak lagi memandangnya sebagai sesuatu yang ilegal.
 
Menteri Luar Negeri AS Mike Pompeo mengatakan status Tepi Barat adalah sesuatu yang harus dinegosiasikan langsung oleh Israel dan Palestina.
 
"Setelah mempelajari perdebatan semua kubu secara seksama , AS menyimpulkan bahwa pembangunan permukiman sipil Israel di Tepi Barat tidak lagi inkonsisten terhadap hukum internasional," kata Pompeo kepada awak media, dilansir dari BBC, Selasa 19 November 2019.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Menyebut pendirian permukiman sipil (Israel) sebagai sesuatu yang inkonsisten terhadap hukum internasional tidak mampu mendorong berlanjutnya proses perdamaian," lanjut dia.
 
Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menyambut baik langkah AS. Menurutnya, pergeseran posisi AS ini telah "memperbaiki kesalahan historis," dan menyerukan negara-negara lain untuk mengikuti langkah Washington.
 
Sementara kepala negosiator Palestina Saeb Ereket menilai keputusan AS sebagai risiko terhadap "stabilitas, keamanan dan perdamaian global." Perubahan posisi AS juga berpotensi mengganti hukum internasional dengan "hukum rimba."
 
Permukiman di Tepi Barat adalah salah satu isu paling sering diperdebatkan Israel dan Palestina.
 
Sekitar 600 ribu Yahudi tinggal di 140 permukiman sejak pendudukan Israel atas Tepi Barat dan Yerusalem Timur. Sebagian besar negara di dunia menganggap permukiman tersebut ilegal di bawah hukum internasional.
 
Palestina sejak lama menyerukan agar semua permukiman Israel di Tepi Barat dihilangkan. Palestina menyebut kehadiran permukiman Israel membuat cita-cita mendirikan negara independen di masa mendatang akan sulit, atau bahkan mustahil terwujud.
 

(WIL)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif