Markas Angkatan Laut Argentina di Mar del Plata, 19 November 2017. (Foto: AFP/EITAN ABRAMOVICH)
Markas Angkatan Laut Argentina di Mar del Plata, 19 November 2017. (Foto: AFP/EITAN ABRAMOVICH)

Tim Multinasional Cari Kapal Selam yang Hilang di Argentina

Arpan Rahman • 20 November 2017 14:42
Buenos Aires: Armada pesawat dan kapal multinasional berjuang menghadapi angin kencang dan gelombang laut dalam mencari sebuah kapal selam Argentina, Minggu 19 November 2017. 
 
Pencarian diintensifkan setelah munculnya tujuh panggilan darurat, yang memberikan harapan bahwa semua awak kapal masih hidup.
 
Belum ada kontak lagi dengan ARA San Juan, sebuah kapal selam bertenaga diesel buatan Jerman, sejak Rabu dini hari.

Pencarian udara dan laut sedang berlangsung dengan bantuan dari sejumlah negara, termasuk Brasil, Inggris, Cile, Amerika Serikat (AS), dan Uruguay.
 
Harapan menemukan korban selamat muncul kembali saat angkatan laut Argentina menerima tujuh panggilan darurat. Sinyal tersebut diterima pada pukul 10:52 dan pukul 15.42 waktu setempat. 
 
Angkatan laut tidak dapat memastikan bahwa panggilan tersebut berasal dari ARA San Juan.
 
"Komunikasi sangat singkat dan sinyalnya sangat rendah," kata juru bicara Angkatan Laut Argentina Enrique Balbi. 
 
Gelombang Tujuh Meter
 
Panggilan darurat menghidupkan kembali harapan bahwa kapal selam masih ada dan belum berakhir di dasar lautan. Namun badai dahsyat mempersulit pencarian.
 
Balbi memprediksi kondisi cuaca belum akan membaik dalam waktu dekat.
 
Meski cuaca buruk, "10 pesawat, baik domestik maupun asing, sedang dalam pencarian 24 jam sehari, masing-masing di daerah yang berbeda," katanya, seperti disitir AFP, Senin 20 November 2017.
 
Komunikasi reguler terakhir dengan ARA San Juan terjadi pada Rabu dini hari, saat kapal selam itu berada 430 kilometer dari pantai Argentina di Teluk San Jorge.
 
Komando Selatan AS telah mengerahkan patroli Angkatan Laut P-8A Poseidon dan pesawat pengintai dengan 21 awak, bersama pesawat riset P-3 NASA, serta peralatan dan personel lainnya.
 
Angkatan Laut AS juga mengerahkan dua kendaraan bawah laut tak berawak yang menggunakan sistem sonar. Sementara Angkatan Laut Inggris mengirim HMS Protector, kapal patroli Antartika.
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(WIL)




TERKAIT

BERITA LAINNYA

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan