Pusat Badai Nasional Amerika Serikat (NHC) melaporkan bahwa mata badai Humberto, dengan kecepatan putaran angin mencapai 95 kilometer jam, telah melewati area yang berlokasi sekitar 136 kilometer dari Great Abaco Island pada Sabtu malam.
Abaco adalah satu dari dua area terparah yang pernah diterjang Dorian sejak awal September.
Masih dari laporan NHC, seperti dikutip AFP, Minggu 15 September 2019, Humberto kini bergerak menjauhi Bahama dan mendekati wilayah lepas pantai Florida, Amerika Serikat. Humberto diprediksi menguat, namun tidak akan menghantam langsung Bahama atau AS.
Meski tidak secara langsung menerjang Bahama, Humberto tetap dianggap sebagai ancaman karena memicu hujan deras di negara pulau tersebut. Agensi Manajemen Darurat Bencana Bahama (NEMA), memperingatkan adanya ancaman banjir akibat tingginya curah hujan.
"Saya tahu ini adalah kabar yang tidak ingin didengar masyarakat Abaco dan Grand Bahama. Tapi ada badai di luar sana, yang membawa hujan deras di seantero Bahama," kata Shavon Bonimy, ahli meteorologi di Grand Bahama, kepada The Nassau Guardian.
"Jadi, kita semua harus selalu waspada," lanjutnya.
Juru bicara NEMA Carl Smith mengatakan kepada awak media bahwa Humberto kemungkinan besar akan "memperlambat penyaluran bantuan logistik" untuk korban Dorian. Sejauh ini, terjangan Badai Dorian di Bahama telah menewaskan sekitar 50 orang.
"Bahan bakar dan air bersih masih menjadi kebutuhan terbesar di Abaco," tutur Smith.
Sebelumnya, Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa Antonio Guterres telah berkunjung ke Bahama. Dalam kunjungannya ini, ia memperingatkan komunitas global mengenai bahaya dari perubahan iklim.
Guterres mengatakan 75 persen dari total bangunan di sejumlah daerah di Bahama hancur berantakan usai diterjang Dorian, sebuah badai yang sempat mencapai level bahaya maksimal, yakni Kategori 5.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News