Kuba mengaku siap mendiskusikan berbagai perbedaan dengan AS, terutama di bidang kedaulatan nasional, demokrasi dan kebijakan internal.
"Kita harus belajar hidup berdampingan secara baik walaupun ada sejumlah perbedaan," ujar Castro dalam pidato nasionalnya yang disiarkan secara langsung di seluruh Kuba, Rabu (18/12/2014).
Castro berterima kasih pada Vatikan, terutama Paus Fransiskus, yang sudah secara intens menjalin komunikasi dengan dirinya dan Obama. Seperti dikutip Associated Press, ia juga mengapresiasi Kanada yang telah memfasilitasi tujuh pertemuan rahasia antara AS dan Kuba pada 2013 dan 2014.
Warga Havana berkumpul di dekat televisi di rumah, sekolah dan kawasan bisnis untuk mendengarkan siaran bersejarah, yang juga bersamaan dengan pernyataan Presiden AS Barack Obama di Washington. Murid sekolah bersorak-sorai mendengar pidato Castro dan Obama.
Kakak Castro, Fidel, memimpin pemberontakan pada 1959 yang menggulingkan diktator Fulgencio Batista. AS mengakui pemerintahan baru Kuba ketika itu, tapi memutuskan tali diplomasi pada 1961 karena berbagai kebijakannya dinilai terlampau menyimpang.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News