Presiden Amerika Serikat Donald Trump. Foto: EPA
Presiden Amerika Serikat Donald Trump. Foto: EPA

Tak Dapat Nobel Perdamaian, Trump Makin Ngotot Caplok Greenland

Annisa ayu artanti • 20 Januari 2026 14:03
Jakarta: Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump kembali mengungkap alasan di balik ambisinya untuk menguasai Greenland. 
 
Kali ini, motif tersebut disebut berakar dari kekecewaannya terhadap Komite Nobel Norwegia yang menolak memberinya Hadiah Nobel Perdamaian.
 
Fakta itu terungkap dalam sebuah surat yang dikirim Trump kepada Perdana Menteri Norwegia Jonas Gahr Store.

Melansir Antara, Selasa, 20 Januari 2026, informasi tersebut disampaikan jurnalis PBS, Nick Schifrin, pada Senin, 19 Januari, dengan mengutip isi surat yang kini beredar di kalangan diplomat Eropa di Washington melalui Dewan Keamanan Nasional AS.
 
Baca juga: Apa Istimewanya Greenland hingga Trump Ngotot Ingin Menguasainya?

Surat Trump ke PM Norwegia

Dalam surat tersebut, Trump secara gamblang mengaitkan sikap agresifnya dengan keputusan Komite Nobel Norwegia yang tidak memberinya penghargaan prestisius tersebut.
 
“Yang terhormat Jonas, mengingat negara Anda memutuskan untuk tidak memberi saya Hadiah Nobel Perdamaian atas keberhasilan menghentikan delapan perang dan bahkan lebih, saya tidak lagi merasa berkewajiban untuk hanya memikirkan perdamaian," demikian Schifrin mengutip pernyataan Trump dalam surat tersebut.
 
Pernyataan itu menunjukkan perubahan sikap Trump yang mengklaim kini lebih fokus pada kepentingan nasional Amerika Serikat.

Trump klaim AS berhak utamakan kepentingannya

Dalam lanjutan surat itu, Trump menegaskan bahwa meskipun perdamaian tetap menjadi perhatian, ia merasa memiliki ruang untuk mengambil langkah yang dinilai menguntungkan bagi negaranya.
 
"Meskipun hal itu (memikirkan perdamaian) akan selalu menjadi yang utama, tetapi kini (saya) dapat memikirkan apa yang baik dan pantas bagi Amerika Serikat,” bunyi surat itu lagi, melalui platform media sosial X.

Greenland dinilai tak aman di bawah Denmark

Trump juga kembali mempertanyakan kemampuan Denmark dalam menjaga kedaulatan Greenland, pulau terbesar di dunia tersebut. 
 
Ia menilai Denmark tidak cukup kuat melindungi wilayah itu dari ancaman Rusia maupun China.
 
Bahkan, Trump mengaitkan isu Greenland dengan kontribusi Amerika Serikat terhadap NATO.
 
“Saya telah melakukan lebih banyak hal untuk Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO) dibandingkan siapa pun sejak organisasi itu didirikan, dan kini NATO seharusnya melakukan sesuatu untuk AS. Dunia tidak akan aman kecuali kita memiliki kendali penuh dan total atas Greenland,” tulis Trump.

Greenland dan kepentingan strategis AS

Trump sebelumnya telah berulang kali menyatakan bahwa Greenland memiliki nilai strategis tinggi bagi keamanan nasional AS. 
 
Wilayah tersebut dinilai krusial dari sisi geopolitik dan pertahanan global, terutama di tengah meningkatnya rivalitas kekuatan besar dunia.
 
Ambisi Trump terhadap Greenland pun kembali memicu perdebatan internasional terkait kedaulatan, stabilitas kawasan Arktik, serta dinamika politik global.

 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(ANN)




TERKAIT

BERITA LAINNYA

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan