Imbas baku tembak polisi Meksiko dengan putra pemimpin kartel El Chapo Guzman. Foto: AFP
Imbas baku tembak polisi Meksiko dengan putra pemimpin kartel El Chapo Guzman. Foto: AFP

Tempur dengan Putra Kartel Narkoba, Polisi Meksiko Menyerah

Internasional kartel
Arpan Rahman • 18 Oktober 2019 14:58
Culiacan: Salah satu putra Joaquin ‘El Chapo’ Guzman dibebaskan pasukan keamanan setelah mereka ditundukkan oleh kelompok kartel yang bersenjata lengkap.
 
Ovidio Guzman, yang dituduh melakukan perdagangan narkoba di Amerika Serikat, adalah satu dari empat orang yang ditemukan oleh Garda Nasional di dalam sebuah rumah di kota Culiacan, Meksiko.
 
Namun para pejabat mengatakan polisi kemudian diserang, dan keputusan dibuat untuk mundur dari tempat kejadian demi melindungi jiwa.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Gangster memasang penghalang jalan dan melepaskan tembakan senjata otomatis berat. Daerah itu telah lama menjadi benteng bagi kartel Sinaloa milik Guzman.
 
"Keputusan diambil untuk mundur dari rumah itu tanpa Guzman, untuk mencoba menghindari lebih banyak kekerasan di daerah itu dan menyelamatkan nyawa personel kami dan memulihkan ketenangan di kota," kata Menteri Keamanan Meksiko Alfonso Durazo, dilansir dari Sky News, Jumat 18 Oktober 2019.
 
Menurut menteri, sekitar 30 anggota Garda Nasional ditembaki dari sebuah rumah yang ditempati putra gembong narkoba tersebut.
 
El Chapo dipenjara pada Juli karena karir penyelundupan obat terlarang selama puluhan tahun di Amerika tengah dan utara.
 
Pria berusia 62 tahun itu dijatuhi hukuman penjara seumur hidup ditambah 30 tahun di penjara keamanan maksimum, di mana ia diperkirakan akan mati sebelum dibebaskan.


Pengaruh El Chapo


Diduga bahwa Ovidio, bersama saudara-saudaranya, masih merupakan tokoh berpengaruh dalam kartel Sinaloa, meskipun ayah mereka dipenjara. Ovidio ada di sejumlah daftar orang yang dicari karena hubungannya dengan kartel narkoba, menurut media setempat.
 
Kartel narkoba Guzman diyakini sekarang dipimpin oleh Ismael "El Mayo" Zambada bersama putra-putra El Chapo -- dan semuanya dituduh mendistribusikan narkoba seperti kokain, metamfetamin, dan ganja.
 
Berita tentang potensi penangkapan Guzman memicu pertikaian senjata lebih banyak di kota itu antara pasukan keamanan dan "warga sipil bersenjata berat", dengan pertikaian dilaporkan berlangsung beberapa jam.
 
Riodice, sebuah media yang berbasis di kota itu, mengatakan bahwa pasukan keamanan bersenjata dikerahkan setelah orang-orang bersenjata memblokir pintu masuk ke kota itu dengan kendaraan yang terbakar.
 
Juga dilaporkan bahwa tentara terlibat dalam pertikaian itu. Orang-orang bersenjata kartel dilaporkan mengemudi di sekitar kota dengan truk, satu bersenjatakan senapan mesin, sementara penduduk setempat bersembunyi di gang supermarket dan berlindung di jalan-jalan.
 
Polisi mengkonfirmasi bahwa, sebagai akibat dari pertempuran itu, beberapa tahanan melarikan diri dari penjara setempat. Beberapa di antaranya kemudian ditangkap kembali.
 
Warga setempat disuruh tinggal di dalam rumah oleh gubernur setempat, yang juga membatalkan kelas sekolah untuk hari itu, di tengah kekhawatiran keamanan.
 
Tidak ada kematian yang dilaporkan oleh polisi setempat, tetapi para pejabat memperkirakan bahwa beberapa orang mungkin telah meninggal.
 

(FJR)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif